Tantangan Adalah Motivasi


MALANG - Biasanya sebuah tantangan atau hal baru akan membuat seseorang ragu dan takut untuk melangkah. Akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi Nakhlah Vadaq. Perempuan yang memiliki kesibukan sebagai Duta Kampus ini menjadikan tantangan sebagai motivasi.
“Saya ingin cari pengalaman baru, bertemu orang-orang baru dan membuat relasi pertemanan seluas mungkin. karena aku adalah tipikal orang yang suka menyoba hal baru,” papar perempuan yang akrab disapa Nakhlah ini kepada Malang Post.
Mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) ini mengaku selalu melihat tantangan sebagai kesempatan baru. Ia mersana dapat berteman dengan semua orang, dari berbagai kalangan, suku, ras, dan agama dan strata.
Inilah mengapa mahasiswi Fakultas Pendidikan Psikologi itu mau mengikuti ajang-ajang kompetisi dan kemudian berhasil memenangkannya seperti Duta Kampus tahun 2018.
“Kebetulan kemarin selain mengikuti proses pemilihan duta kampus, secara bersamaan aku juga menjadi panitia CB atau character building buat mahasiswa baru, rangkaian Psychoweek dalam memperingati hari kesehatan mental, dan aku juga tergabung dalam sebuah tim yang hebat,” jelasnya.
Tim yang diamanahi Kemenristekdikti untuk mengelola Program Hibah Bina Desa 2018, Tim PHBD FPPsi UM. Desa sasaran program ini adalah Desa Wonorejo, Singosari, Kabupaten Malang.
Sebuah desa yang 35 warganya terindikasi memiliki gangguan jiwa, lanjutnya. Di program ini ia dan kawan timnya berupaya untuk mengembalikan produktivitas orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di desa itu dengan memberikan pelatihan dalam membuat sandal spons.
“Selain itu, kami juga membina dan meningkatkan kesadaran para warga pendamping dan keluarga ODGJ tersebut tentang kesehatan mental dan bagaimana memperlakukan ODGJ dengan semestinya. Karena ODGJ memiliki hak-hak yang sama dengan kita; Manusia. Mereka adalah kita,” paparnya.
Ia pun juga kerap memberikan motivasi pada kawan-kawannya khususnya kaum perempuan. Di mana perempuan harus memiliki pendidikan dan mendapatkan kesempatan berpendidikan yang luas dan bebas.
Hal ini diwujudkannya dalam banyak kesempatan seperti saat disuruh menampilkan bakat dalam Talent Show kompetisi Duta Kampus yang ia ikuti belum lama ini.
“Maksudnya saat semifinal talent show kemarin kah? disana saya menampilkan speech atau pidato bahasa inggris bertema women empowerment: education for women. Kesempatan ini saya memilih untuk speak up. Untuk menyuarakan opini saya,” tegasnya.
Ia mencoba untuk menginspirasi dan menguatkan perempuan-perempuan diluar sana. Yang ia yakini pernah mendapatkan pertanyaan seperti “mengapa kuliah tinggi kalau nanti di dapur saja”.
“Tahukah mereka bahwa kita, perempuan, juga memiliki mimpi dan cita-cita. dan Kita berhak untuk mengusahakan itu. Seorang insinyur? Chef? Politika? Presiden? Desainer? Guru? Ibu rumah tangga? Pilot? Atlet? Apapun itu, let’s go and fight for it together. Be what we want to be,” tegasnya.
Hal ini terus digaungkannya karena Nakhlah memiliki prinsip sendiri. Ia percaya bahwa pendidikan merupakan satu-satunya hal yang orang tidak akan pernah bisa ambil dari seseorang.
“Education is a tool to help us reach success, dan definisi sukses menurut aku adalah jika kamu bisa membantu dan mengembangkan sekitarmu untuk menjadi sukses juga. I dont crave success only for me, I want to be successful to help those around me succeed,” tandasnya.
Nakhlah juga terus berpesan kepada dirinya sendiri kedepan untuk tetap menjadi diri sendiri ya. Menjadi diri sendiri dengan syarat harus bisa menyesuaikan dan menempatkan diri dengan situasi yang ada.
Kemudian juga tebar kebaikan kepada orang-orang di sekitar. be kind, be kind, be kind,ujar Nahklah. karena kebakan itu akan membuat seseorang terlihat indah luar dan dalam.
“Kebaikan itu membuat kita menjadi orang orang yang paling indah di dunia ini bagaimanapun bentuk rupa kita. Dan yang terakhir Keep Support each other!,” pungkasnya.(ica/ary)

Berita Lainnya :