Tantangan Merubah Haluan


SUKA dengan hal detail membuat Widyawati Luckytasari merubah haluan. Awalnya bekerja di dunia broadcasting selama dua tahun, akhirnya memilih jalan sebagai make up artist (MUA). Lucky, memiliki pelanggan yang sebagian besar dokter, hingga beberapa tokoh publik yang ingin tampil cantik dengan riasan darinya.
"Klien saya sebagian besar dokter. Sekitar 60 persen," ujar Lucky, mengawali cerita.
Aktivitasnya di dunia MUA dimulai sejak tahun 2015. Ia ingin menjadi seorang wanita yag menekuni dunia bisnis ketimbang bekerja di perusahaan sehingga harus diatur-atur.
"Saya tipe orang yang nggak bisa diam. Selain di broadcast, dulu sempat jadi tour guide. Tetapi, saya berpikir enak mengerjakan sesuatu atau sebagai independent woman. Seru karena tidak terikat oleh jam kerja," jelasnya.
Ia merasa nyaman bisa mengeksplore banyak hal, sehingga bisa membagi waktu untuk bekerja dan keluarga. Oleh sebab itu, Lucky  menekuni make up artist.
" Ini pekerjaan yang tidak pernah habis pelanggannya. Terus, saya tetap bisa menekuni seni yang menjadi hobi juga. Sejak kecil saya suka menggambar," paparnya.
Dia menginginkan, dari apa yang dijalani akhirnya bisa bermanfaat juga buat orang lain. Yakni memiliki karyawan alias membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
"Lalu saya kursus make up, sampai di Surabaya hingga Jakarta juga. Sekarang, Alhamdulillah sudah ada yang membantu pekerjaan saya, ada asisten," tambahnya.
Pemilik LuckyLuck MUA itu mengakui pernah mendapatkan apresiasi dari salah satu artis ibu kota. Karena  ketika dia mengikuti workshop, riasannya dinilai sebagai yang terbaik.
Menggeluti MUA, dia pun bisa menjalani pekerjaan detail, membuat seseorang menjadi tampil cantik.
Perempuan berusia 29 tahun ini tidak ingin kliennya kecewa setelah mempercayakan wajahnya di-make over oleh Lucky. "Saya harus membuat wajah seorang perfect ketika saya make up. Lalu mereka bisa percaya diri ketika mengikuti acara. Harus pas kombinasi warnanya, ya seperti menggambar begitu," tutur lulusan Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.
Lucky mengakui, pekerjaannya juga menyenangkan. Bisa bertemu banyak orang, dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, artis, hingga pejabat kepolisian dan dokter.
"Saya senang membuat mereka bisa tampil cantik dan percaya diri. Bisa silaturahmi dengan banyak orang dan terpenting terus mengembangkan kemampuan seni tata rias yang saya miliki," tutur sulung dari dua bersaudara itu.
Perempuan yang tinggal di kawasan Dirgantara Sawojajar itu menyampaikan, tentang kisahnya memiliki pelanggan sebagian besar dokter. Hal itu diawali ketika dia memiliki klien pertama seorang dokter.
Lantas, dirinya direkomendasikan ketika ada even Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Setiap mereka memiliki kegiatan, LuckyLuck MUA kerap diajak untuk terlibat. (ley/van) 

Berita Lainnya :