Yulindra Ayu Bersaing dengan Ombak

MENYANYI  di pantai menjadi sebuah pengalaman penuh sensasi bagi Yulindra Ayu. Penyanyi ini merasakan bagaimana ia harus menyatukan suara dengan deburan ombak.
Gadis kelahiran Kota Batu, 23 Juli 1992 ini merasakan sensasi yang tidak pernah ditemukannya. Dengan menyanyi di pantai , ia merasakan mendapatkan  rangkap kekuatan.
 “Seru juga kalau ada ada job di pinggir pantai. Menyanyi itu kerja sekalian refreshing. Selain itu suara yang saya keluarkan dalam beryanyi harus bersaing dengan suara ombak. Jadi vokal benar-benar harus kuat,” ujar gadis yang tinggal di Jalan Diran Kota Batu ini.
Dia memiliki hobi menyanyi dan jalan-jalan. Salah satu tempat favorit yang selalu dikunjungi adalah Pantai. Deretan pantai di Malang Selatan paling disukai.  
 “Saya suka semua pantai di Malang Selatan. Kebanyakan, pantai masih alami dan suasana tenang,” ujarnya. 
Dia sangat sukai musik dangdut. Tetapi Yulindra harus bisa menyanyikan segala macam lagu. Ia bisa mengusai musik dangdut itu adalah tantangan tersendiri, karena bila menyanyi dangdut ia harus memiliki cengkok yang khas. Yulindra mulai menyanyi dangdut sejak kelas 5 SD dan sejak kecil ia sudah terbiasa mendengarkan musik dangdut.
Berbagai lomba sudah pernah dilakoninya, termasuk mengikuti berbagai even yang diselenggarakan oleh televisi nasional, seperti Gerebek Pasar MNCTV. Yulindra sangat mengidolakan Erie Suzan, karena penyanyi yang awalnya terorbit di Jatim ini memiliki suara khas. 
“Saya paling suka kalau menyanyikan lagu berjudul Muara Kasih Bunda,” ujar alumnus SMKN 1 Batu ini. (dan/feb)
 

Berita Lainnya :