Guru Harus Berani Melejitkan Self Branding

Judul    : Guru Nekat Selfie
Penulis    : Asrul Right
Penerbit    : Araska Publisher
Cetakan    : I, November 2017
Tebal    : 248 halaman
ISBN    : 978-602-300-444-7
Peresensi    : Teguh Wibowo, Divisi Karya FLP Jatim


Peran guru bagi dunia pendidikan sungguh besar dan mulia; mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan. Sehingga di Indonesia guru disebut “pahlawan tanpa tanda jasa”. Namun, masih ada saja problematika bagi guru, seperti kesenjangan gaji, terutama guru magang (honorer). Gaji sebulan terasa kecil, sehingga harus pintar mengatur keuangan atau berjibaku dengan usaha lain. Ini berbeda dengan profesi lain yang dibayar memuaskan.

Sudah selayaknya guru mendapat apresiasi tinggi. Ketika menuntut kelayakan gaji, guru pun harus bisa menunjukkan prestasi dan reputasi. Terfokus pada gaji atau uang merupakan jebakan. Ini akan membuat lalai, bahwa sebelum menuntut hak, kemampuan diri harusnya di-update dahulu.
Buku “Guru Nekat Selfi” karya Asrul Right ini hadir untuk memotivasi dan menginspirasi para guru. Guru harus punya tujuan dalam profesinya: untuk apa menjadi guru. Asrul menyajikan berdasarkan pengalamannya dalam karier di dunia pendidikan.
Asrul mengajak para guru untuk terus memaksimalkan potensi. “Cara termudah yang bisa Anda lakukan adalah dengan belajar kepada rekan-rekan yang sudah memiliki karier keguruan yang cemerlang. Tidak perlu malu atau minder bertanya. Gunakan momen-momen terbaik untuk belajar kepada mereka” (hal 17).

Guru juga perlu tampil beda, karena jika mengandalkan kompetensi pada pelajaran yang diampu dirasa belum cukup. Guru harus berani mencoba melejitkan self branding (ciri khas atau keunikan yang dimiliki). Self branding akan menghasilkan sesuatu yang menakjubkan.
Menemukan keunikan memang tidak mudah. Caranya jangan banyak berpikir, segera bertindak, melakukan hal-hal yang bisa dikerjakan. Semakin tinggi usaha kita, semakin tinggi pula kualiatas diri kita. Siapkan waktu untuk mempelajari ilmu dan keterampilan baru agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Jika Anda ingin memulai sesuatu, jangan pernah berpikir sempurna. Sebuah mahakarya lahir dari ketidaksempurnaan yang dilakukan oleh penemunya. Jika ingin self branding meningkat di profesi guru, jadilah guru yang kreatif. Tidak perlu membuat mahakarya yang sempurna untuk bisa tampil di depan orang banyak (hal 19).

Berita Terkait

Berita Lainnya :