Strategi Jitu Ranggalawe Hancurkan Mongol

Judul        : Ranggalawe: Sang Penakluk Mongol
Penulis    : Makinuddin Samin
Penerbit    : Javanica
Tahun        : Cetakan 1, Februari 2018
Tebal        : 504 halaman

ISBN        : 978 – 602 – 67 – 9930 – 2
Peresensi    : Retno Windarti, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang,


Ranggalawe Sang Penakluk Mongol merupakan novel dengan genre sejarah fiksi yang dikemas melalui penggambaran suasana peristiwa di masa lampau. Ranggalawe merupakan adipati yang menjadi kebanggaan masyarakat Tuban. Dia juga salah satu tokoh yang membuat sebuah impian demi kejayaan Nusantara dan tidak untuk membela kalangan tertentu saja.
    Impian besar Ranggalawe lalu dicapai melalui usahanya dalam membantu satyabrata kepada Raden Wijaya dalam membangun Negara baru. Hal ini tentu memerlukan seseorang yang memiliki kemampuan tinggi dalam mengatur strategi.

Terobosan Pariwisata Memperbesar Devisa

Judul    : Sejarah Pariwisata
Penulis    : Bungaran A.S., Flores T., Rosramadhana N.
Penerbit    : Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Cetakan    : I, 2017
Tebal    : x + 258 halaman

ISBN    : 978-602-433-437-6
Peresensi    : Teguh Wibowo, anggota FLP Surabaya


Indonesia dan beberapa negara lain, saat ini menempatkan pariwisata sebagai aspek penting dan terpadu dari strategi pengembangan negara. Banyak negara maju menginformasikan bahwa sektor pariwisata memberi keuntungan terhadap negara bersangkutan. Keuntungan itu diperoleh dari pendapatan nilai tukar mata uang asing, pendapatan pemerintah, stimulasi pengembangan regional, dan peluang tenaga kerja.
Dalam sejarah pembangunan di banyak negara, sektor pariwisata terbukti berperan penting meningkatkan devisa dan kesejahteraan.

Takdir Perempuan

Meskipun Raden Ajeng Kartini sudah memerjuangkan agar derajat kaum perempuan setara dengan lelaki. Sehingga mempunyai pekerjaan juga kesempatan yang sama, pendidikan serupa juga peluang kehidupan lebih baik. Masih banyak ditemui perempuan mengalami ketidak adilan juga dituntut sesuai kodratnya.
    Hal serupa nampaknya coba diangkat oleh W. Sanavero dalam kumpulan cerpen terbarunya “Perempuan yang memesan takdir”. Sama seperti kebanyakan penulis perempuan lain yang hampir selalu membawa perjuangan kaumnya dalam setiap tulisannya. Penulis menggambarkan berbagai masalah juga isu tentang perempuan yang memang cukup lekat di masyarakat.

    Cerpen “Bunga Aster” mengisahkan tentang aku seorang perempuan yang ingin keperawanannya kembali juga menjadi seorang ibu. Dalam cerpen tersebut aku, Daisy yang berarti bunga aster bercerita bila semua perempuan di desanya adalah janda dan para lelakinya suka mengawini mereka ketimbang gadis yang kehilangan keperawannya sebelum menikah.

Berita Terkait

Berita Lainnya :