Menjadi Ibu Super di Era Global

Menjadi bidadari merupakan impian seluruh wanita di dunia ini. Berbagai cara dilakukan bagi segenap kaum wanita untuk menjadi bidadari: mulai dari make-up, fashion, mengenakan accesories, bahkan ada yang nekat hingga dia melakukan oplas. Namun, apakah cukup menjadi bidadari di dunia saja? Tentu semua wanita juga menginginkan menjadi bidadari di dunia dan di akhirat. Nah, di lewat buku Tutorial Menjadi Bidadari Dunia Akhirat dapat menjadi acuan kalian untuk menjadi bidadari di dunia dan akhirat. DalamTutorial Menjadi Bidadari Dunia Akhiratini, Emha al Bana menyatakan bahwa wanita harus melindungi diri dari kuatnya arus globalisasi.Karena zaman semakin maju, wanita kini berani tampil dalam dunia kerja. Kaum wanita bahkan terkadang lebih unggul dalam bekerja dibandingkan kaum pria. Tetapi, janganlah profesi begitu menyibukkanmu, hingga lupa bahwa di rumah ada yang lebih membutuhkan kasih dan sayang. Suami yang menunggu perhatian dan anak yang menanti kecupan hangat sang bunda. Hingga wanita lalai dalam urusan dapur. Dan layanilah suami dengan baik, hingga ia tak merasakan kehilangan hak-haknya atas dirimu (hal 47: Dapur, Sumur, Kasur; Itu Dulu!). Boleh-boleh saja wanita ikut andil dalam dunia kerja.

Rahasia Merawat Cinta Ala Rasulullah

Judul              : Kisah-Kisah Romantis Rasulullah
Penulis          : Ahmad Rofi’ Usmani
Editor              : Abu Mumtaza
Penerbit         : Mizania
Tahun Terbit         : Pertama, Mei 2017
Jumlah Halaman     : 188 halaman

ISBN             :  978-602-1337-34-9
Peresensi         : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SMKN 1 Tapen Bondowoso


Dalam Islam, menikah adalah bagian dari syariat dan sunnah. Rasulullah melarang umatnya hanya beribadah saja dan tidak menikah seperti para rahib. Karena menikah adalah fitrah. Rasulullah saja, tidak melulu melakukan ibadah. Rasulullah beribadah yang sulit disaingi oleh umatnya, tetap juga tetap menikah.
Ketika Rasulullah mendengar tiga pemuda Muslim yang satu akan selalu shalat malam seumur hidup, satu akan berpuasa sepanjang tahun, dan terakhir tidak akan menikah. Rasulullah Saw. bersabda kepada mereka, “Kaliankah yang kudengar bertekad begini dan begitu?! Demi Allah, akulah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertakwa kepada-Nya di antara kalian. Meski demikian, aku kadang-kadang berpuasa sunnah, kadang-kadang tidak.

Sandingkan Bantengan dengan Teknologi Kekinian

 
MALANG - Ragam etnis dan kekayaan budaya yang dimiliki kota Malang telah banyak dikenal di seluruh pelosok nusantara, bahkan dunia internasional. Dari beberapa kesenian yang cukup berkembang dan dikenal masyarakat. Salah satu seni tersebut yang sangat digemari oleh masyarakat dan masih terus dilakukan hingga saat ini adalah kesenian Bantengan. Seni ini masih banyak dilakukan di kampung-kampung, baik ketika ada acara tertentu maupun sekadar sebagai hiburan.
“Sebagai bentuk  kepedulian dan pelestarian budaya Malang dalam rangka perayaan ulang tahun ke 4 PT PP Properti Tbk (PPRO), pentas grup kesenian Bantengan ‘Macan Loreng’ asal desa Jetis, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang menjadi pembuka acara ‘Begawan Digital Day’ PPRO,” ujar Project Director Begawan Apartment PPRO, Bagus Febru Saptono, di hadapan awak media, Rabu (13/12).

Berita Terkait

Berita Lainnya :