Kisah Pelik Sepasang Kekasih

“Bagaimana cara berpisah yang baik?/ Kau tidak perlu bersedih dan aku akan tetap berbahagia/ jawabku dengan segenap kebohongan yang kumiliki//” hal. 11.
Kisah sepasang manusia memang begitu manis untuk diabadikan. Tentu saja untuk menyimpan kenangan atau pengalaman yang pernah dilakukan bersama. Seperti halnya sepasang sepatu, dua sisi akan selalu berlainan tetapi akan utuh ketika dihentikan.
Namun dalam perjalanannya, sepasang sepatu akan berpisah karena hal-hal yang tidak diinginkan. Bisa saja hilang karena dicuri orang lain, tertukar di pelataran masjid, atau terbawa banjir dan hilang entah ke mana. Begitu pula sepasang kekasih, dua insan yang tak akan bisa bersama terus menerus.
Apa jadinya jika Faisal Oddang, seorang penulis muda yang menyabet banyak penghargaan menuliskan puisi-puisi tentang kisah cinta yang begitu pelik?

Memimpin Pesantren Berbasis Manajemen Modern

Judul Buku    : Manajemen & Kepemimpinan Pondok Pesantren
Penulis    : Kompri, M.Pd.I
Penerbit    : Kencana, Jakarta
Cetakan    : I, 2018
Tebal        : 234 halaman
ISBN        : 978-602-422-242-0
Harga        : Rp 58, 000/-
Peresensi    : Ahmad Fatoni, Pengajar PBA Universitas Muhammadiyah Malang


Pesantren di Indonesia secara umum masih menghadapi permasalahan besar dalam hal pengelolaan. Penerapan manajemen tampak masih konvensional seperti tiadanya pemisahan yang jelas antara yayasan, pimpinan madrasah, guru, dan staf administrasi. Juga tidak adanya transparansi pengelolaan sumber-sumber keuangan dan penyelenggaraan administrasi yang tidak sesuai aturan baku organisasi.
Buku ini memberi gambaran konkret tentang manajemen dan kepemimpinan pesantren yang berkemajuan dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Dengan tetap mengusung slogan “menjaga paradigma lama yang baik, dan mengambil paradigma baru yang lebih baik”, pesantren perlu menerapkan ilmu manajemen yang memadai sesuai semangat zaman.

Mendedah Kelas Menengah Berbasis Sosial Santri


Kelas menengah di kalangan kaum santri sesungguhnya memiliki sejarah yang panjang. Namun akibat represi kuasa Orde Lama dan Orde Baru, kelas menengah ini seakan menjadi the hidden community. Melalui upaya kiai dalam memodernisasikan pesantren, kelas santri perlahan tampil ke permukaan.

Berita Terkait

Berita Lainnya :