Gema Cinta Tersiar di RS Saiful Anwar

 
RSUD Dr. Saiful Anwar Malang menjadi latar cerita dalam novel Cinta Selalu Punya Cara untuk Pulang. Novel romance medis karya Ulin Nurviana ini ditulis dengan kekuatan riset. Tidak sepeti novel tema percintaan yang sudah banyak beredar, novel beralur campuran ini lebih menyentuh dalam segi isi. Pembaca akan dimanjakan dengan istilah-istilah dan tindakan medis yang akan menambah wawasan. Banyak pesan moral, juga nilai spiritual dan kemanusiaan.

Menangkal Sikap Berlebihan Dalam Beragama

Judul             : Islam Jalan Tengah
Penulis          : Dr. Yusuf Qardhawi
Penerjemah    : Alwi A.M.
Editor             : Muhammad Al-Baqir
Penerbit         : Mizan
Tahun Terbit    : Pertama, Oktober 2017
Jumlah Halaman     : 252 halaman

ISBN              :  978-602-441-034-6
Peresensi       : Muhammad Rasyid Ridho,
Pendiri Klub Pecinta Buku Booklicous Malang dan Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso


    Kamus Larousse mengungkapkan, “Sesungguhnya kecenderungan terhadap agama terdapat pada setiap orang, bahkan orang yang sangat biadab dan paling dekat dengan kehidupan binatang pun mempunyai kecenderungan tersebut. Perhatian terhadap masalah ketuhanan dan spritual adalah salah satu kecenderungan manusia yang abadi di seluruh dunia.”
    Kutipan di atas saya dapati dalam buku Islam Di Tengah Serangan Musuh karya Prof. Dr. Yusuf Al-Qardhawi dan Prof. Ahmad Al-Assal.

Ukuran Sebuah Kewarasan

Judul : Orang-Orang Gila
Penulis : Han Gagas    
Penerbit : Buku Mojok
Cetakan : Pertama, Februari 2018  
Tebal : viii + 256 halaman
Isbn : 978-602-1318-45-4

Peresesnsi : Mufa Rizal, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya


Ada yang bilang, antara jenius dan gila itu beda tipis. Banyak ilmuwan jenius harus merasakan dianggap gila oleh orang sekitarnya karena mempunyai pemikiran aneh atau tidak bisa diterima masyrakat. Butuh waktu bertahun-tahun atau lebih sebelum apa yang disampaikan si ilmuwan diakui sebagai hal jenius yang pernah diciptakan. Sebut saja Nikola Tesla dianggap gila karena teori-teorinya yang tidak masuk akal, juga karena kebiasan aneh yang ia lakukan sehingga disebut ilmuwan gila.
    Lantas seperti apakah ukuran sebuah kewarasan? Apa orang-orang normal yang tak punya kelebihan dan menjalani kehidupan secara biasa saja. Atau, malah orang-orang yang mempunyai pemikiran di luar masyarakat umum.

Berita Terkait

Berita Lainnya :