Membereskan Barang, Menata Kehidupan

Judul        : KonMari Mengubah Hidupku
Penulis        : Khoirun Nikmah
Penerbit    : Bantang Pustaka
Cetakan    : 1-Agustus 2018
Tebal        : x+170 halaman

ISBN        : 978-602-291-502-7
Peresensi    : Al-Mahfud*)

    Bersih-bersih atau beres-beres rumah bukan perkara remeh. Kegiatan ini tak sekadar bagaimana membuat ruangan tampak bersih dan rapi. Lebih dari itu, bersih-bersih rupanya menembus jauh ke persoalan pola pikir, sikap, dan pandangan hidup. Dengan beres-beres, orang belajar merekonstruksi cara pandang terhadap kehidupan. Hal tersebut dibuktikan oleh Khoirin Nikmah, pendiri Komunitas KonMari Indonesia.  
    Berbekal mempelajari metode KonMari dari buku The Life-Changing Magic of Tidying Up karya Marie Kondo dari Jepang, Nikmah termotivasi menerapkan metode tersebut dan mengembangkannya di Indonesia. Di buku ini, ia memaparkan pengalaman menerapkan metode KonMari yang disesuaikan kondisi di Indonesia.

Mengulik Sisi Kemanuasiaan

Judul            : Gelandangan di Kampung Sendiri
Penulis            : Emha Ainun Nadjib
Penerbit            : Bentang
Cetakan            : Pertama, April 2018
Tebal            : viii + 296 halaman

Nomor ISBN    : 978-602-291-472-3

Judul Gelandangan di Kampung Sendiri merupakan sebuah metafora. Perlambangan sebuah keadaan yang serba ironi. Seharusnya kampung, dalam hal ini sebuah negara bisa menjadi rumah besar yang memayungi warganya. Namun, menjadi sebuah keprihatinan ketika warga justru dibiarkan menggelandang.
Penulis sendiri pada bagian pengantar mendedikasikan buku ini kepada orang-orang yang: dianiaya, ditindas, dirampas kemerdekaannya, dimiskinkan.

Guru Harus Berani Melejitkan Self Branding

Judul    : Guru Nekat Selfie
Penulis    : Asrul Right
Penerbit    : Araska Publisher
Cetakan    : I, November 2017
Tebal    : 248 halaman

ISBN    : 978-602-300-444-7
Peresensi    : Teguh Wibowo, Divisi Karya FLP Jatim


Peran guru bagi dunia pendidikan sungguh besar dan mulia; mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan. Sehingga di Indonesia guru disebut “pahlawan tanpa tanda jasa”. Namun, masih ada saja problematika bagi guru, seperti kesenjangan gaji, terutama guru magang (honorer). Gaji sebulan terasa kecil, sehingga harus pintar mengatur keuangan atau berjibaku dengan usaha lain. Ini berbeda dengan profesi lain yang dibayar memuaskan.

Berita Terkait

Berita Lainnya :