Banjir Pemikiran untuk Pembangunan Kota Malang

 
MALANG - Diskusi 1212 Pilkada 2018 “Malang Hebat” yang diselenggarakan Malang Post, Selasa (12/12), menjadi ruang aspirasi dan pemikiran. Aspirasi dan pemikiran tersebut didengar langsung oleh bakal calon wali kota dan wakil wali kota serta kalangan politisi. Akademisi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Forkomimpda pun menyerukan ide, pemikiran sekaligus curhatan secara lepas dalam diskusi yang bertempat di Grand Ballroom Ijen Suites Hotel Kota Malang.
Salah satu aspirasi terlontar dari tokoh pemuda Kota Malang. Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang Hutama Budi Hindarta. Ia mengatakan bahwa pemerintahan ke depan diharapkan lebih memberikan kesempatan dan fasilitas bagi pemuda-pemudi Kota Malang.
“Anggaran kepemudaan tolong diperhatikan lebih. Saya tidak bilang jumlahnya, akan tetapi saya pikir untuk melakukan hal-hal yang diinginkan masih kurang maksimal. Jangan jargon-jargon soal kepemudaan lagi kalau tidak bisa komit,” papar  pria yang akrab disapa Abud ini saat diberikan kesempatan menyampaikan pemikirannya. 
Ia memaparkan bahwa meskipun muda-mudi Kota Malang tidak kalah saing dalam hal kreativitas. Hal ini dibuktikan dari pengalaman KNPI Kota Malang sendiri saat mendapatkan kunjungan dari KNPI luar daerah. Yang menjabarkan bahwa Kota Malang memiliki suasana yang baik bagi pemudanya.
Abud pun mengungkapkan keinginan agar pemerintah bersama pemudanya dapat menjalin komunikasi intens dengan terus melibatkan muda-mudi dalam gelaran apapun.
Sementara itu, aspirasi lain muncul dari perwakilan kelompok Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Malang. Wakil Ketua REI Komisariat Malang Suwoko mengungkapkan potensi investasi yang besar di Kota Malang beberapa tahun kedepan.
“Kita tahu sendiri kan, jalan tol sudah akan dibuka. Kami hanya minta sistem investasi dimudahkan untuk masuk,” papar Suwoko dalam diskusi yang dipimpin langsung oleh Pemimpin Redaksi Malang Post Dewi Yuhana tersebut. 
Ia mengungkapkan hal tersebut dikarenakan menurut REI Malang sendiri tingkat investasi yang dapat dilakukan di Kota Malang sampai saat ini hanya menyentuh angka 20 persen. Angka ini masih dikatakan kecil jika dibandingkan dengan potensi investasi yang ada. 
Di sektor pariwisata pun tidak tinggal diam dan mengeluarkan pendapat dan pemikirannya. Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Malang Gagoek S Parwito mengutarakan hebatnya pariwisata yang ada di Kota Malang.
“Pemerintah harus mengetahu betapa besarnya potensi wisata Kota Malang. Hampir 60 persen tujuan berwisata orang secara global adalah untuk melihat budaya. Kota Malang ini kan gudangnya budaya dan heritage kan,” tutur Gagoek.
Ia menyampaikan pula bahwa pemasukan daerah dari devisa wisata saat ini sudah melampau devisa kelapa sawit dan sektor migas. Kota Malang memiliki situs peninggalan serta kawasan-kawasan heritage yang masih terjaga sampai saat ini. Pemerintah diharapkan dapat menjaga cagar-cagar budaya yang masih ada. Agar tidak ada lagi peninggalan budaya yang hilang ataupun hancur karena kurangnya pengawasan. 
Kalangan akademisi pun turut menyampaikan aspirasinya. Salah satunya datang dari Kepala Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang Ida Soewarni, ST,MT. Ia menyampaikan bahwa kesinambungan perencanaan tata kota harus direncanakan dengan jangka waktu panjang.
“Kita tahu sendiri setiap tahun berapa mahasiswa yang datang ke Kota Malang. Sementara penduduk bertambah, akses jalan tidak nambah. Jika tidak dipikirkan 10 sampai 20 tahun kedepan kota malang tidak akan kondusif lagi,” papar Ida.
Selain problem tata ruang kota yang harus ditingkatkan, penanggulangan banjir pun juga turut menjadi pekerjaan rumah pemimpin kedepan. Upaya yang ada saat ini, seperti perbaikan drainase adanya sistem serapan genangan air harus dilakukan serius dan kontinyu.
Ida menegaskan karena upaya dan solusi apapun yang ditelurkan untuk mengatasi masalah banjir atau kemacetan tidak akan efektif. Jika dilakukan setengah-setengah dan tanpa komitmen pemilik kebijakan. 
Sementara itu kalangan grup sosial media Malang Peduli Demokrasi (MPD) Imam Musliks pun turut memberikan saran pada siapapun pemimpin Kota Malang tahun depan. Ia menyampaikan bahwa warga hanya menginginkan pemimpin yang solutif.
“Semuanya harus sama-sama bawa diri saja ya. Kalau nanti kampanye yang sehat jangan benturkan warga dengan sesama warga. Pilkada Malang bisa sangat hebat,” tegasnya. 
Diskusi yang diadakan Malang Post ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi kelompok elemen masyarakat non politis untuk menyampaikan aspirasi. Tetapi juga memberikan kesempatan calon-calon pemimpin Kota Malang untuk menanggapi.
Diskusi terakhir yang diadakan Malang Post Forum di 2017 ini diharapkan menjadi embrio dari program-program pembangunan Kota Malang tahun depan dan tahun-tahun berikutnya. (ica/ary)

Berita Lainnya :