Dipercaya Kemkominfo, STIKI Kenalkan UMKM Dunia Online


MALANG – Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang dipercaya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menjadi salah satu perguruan tinggi yang membantu menggerakkan kemajuan Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui program Satu Juta Nama Domain memfasilitasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan jangkauan bisnis melalui pemanfaatan teknologi internet.
Ketua STIKI Dr. Eva Handriyantini, S.Kom, M.MT mengungkapkan, hingga saat ini STIKI telah melakukan pembinaan kepada sejumlah UMKM.
“Sudah sejak Juni lalu kami lakukan, dan saat ini kami sudah memiliki beberapa binaan UMKM yang menyebar dibeberapa wilayah, misalnya di Probolinggo, Pasuruan, Madura, dan Jember,” kata Eva dalam kunjungan Malang Post ke kampus STIKI, kemarin.
Secara teknis, Eva menerangkan, pembinaan yang dilakukan oleh STIKI sebagai kampus teknologi informasi adalah dengan memberikan pelatihan, mendampingi, hingga membantu membuat dan mengoperasikan website. Eva mengatakan, UMKM yang ia tangani beraneka ragam. Ada yang sudah mempunyai template dan STIKI tinggal menyempurnakan saja. Adapula yang belum mempunyai bekal pengetahuan website sama sekali. Pihak STIKI melalui dosen, akan memberikan wawasan hingga skil membuat dan mengelola website.
“Mayoritas mereka memang belum mempunyai website resmi yang dikelola. UMKM kebanyakan masih menggunakan strategi manual dalam pemasarannya. Kalau sudah begini tugas kami membuatkan sampai mendampingi,” kata dia.
Eva mengatakan, bagi yang sudah mempunyai template website tugas tim STIKI hanya tinggal memperindah dan mengatur tata letak website agar menarik dan mempunyai nilai estetika. Walaupun prioritas Menkominfo adalah untuk memberdayakan UMKM melalui website, namun, Eva mengungkapkan, jika STIKI juga diberikan kebebasan untuk membantu pembuatan hingga pengelolaan website bagi organisasi atau komunitas yang ingin berkembang. Menurut Eva, tugas STIKI dalam program ini semacam fasilitator bagi UMKM.
“STIKI juga jadi fasilitator untuk pondok pesantren di Jatim, selain pondok pesantren juga ada beberapa komunitas. Pelatihan sudah kami lakukan juga secara serentak bersama-sama sejak sebelum lebaran kemarin. Sama dengan UMKM,” bebernya.
Yang pasti, lanjut Eva, pondok pesantren dan komunitas yang ditangani harus mempunyai izin legalitas. Dalam program tersebut, Kemkominfo memberikan dana untuk hosting selama satu tahun kedepan. Target yang ditetapkan Menkominfo adalah satu juta website, untuk UMKM. Selebihnya juga bisa diberlakukan bagi organisasi serta komunitas. (sin/oci)