Disebut Underpass Singosari, Jadi Penentu Operasional Tol Mapan


MALANG - Pembangunan underpass Singosari terus dikebut karena harus tuntas bulan depan. Akses yang selama ini disebut underpass Karanglo itu merupakan penentu beroperasinya Tol Malang-Pandaan (Mapan). Jumat (22/2) persis sebulan pengerjaan underpass pertama di Malang Raya ini berlangsung.  
Hal tersebut terungkap dalam diskusi Tol Mapan antara Malang Post dengan  Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Malang, Ir Agus Purnomo di kantornya, kemarin. Agus didampingi dua pejabat PT Jasamarga Pandaan Malang, Project Manager Indrawan Agustono dan Public Relation Agus Tri Antyo. Sedangkan dari Malang Post dipimpin Pemred Dewi Yuhana.
“Kita bekerja 24 jam untuk ini (underpass) agar cepat,” ujar Agus. Sebab pengerjaan underpass sangat vital. Selain itu jangan sampai pembangunan tersebut dianggap menyebabkan kemacetan.
Hal ini didasarkan pada situasi dan kondisi jalan di perempatan Karanglo yang menjadi salah satu gerbang utama akses Tol Mapan. Pria kelahiran Jember ini menjelaskan, tak dapat dipungkiri dengan adanya tol maka arus lalu lintas Surabaya menuju Malang akan bebas hambatan. Namun arus kendaraan bakal menumpuk di perempatan Karanglo jika tidak dilakukan pengaturan.
Awalnya dalam rencana pembangunan akses Tol Mapan, gerbang di kawasan Karanglo itu dihubungkan dengan fly over. Namun mengalami perubahan desain dari fly over menjadi underpass. Alasannya jika membangun fly over maka titik jatuhnya ada di sekitar rel kereta api menuju Karangploso.
“Akhirnya kami mendesain dan berkonsultasi soal underpass. Karena ini juga jalan arteri nasional,  setelah ada lampu hijau dari Direktur Jalan Bebas Hambatan kita dipersilahkan untuk mengerjakan underpass,” papar Agus.
Setelah konsultasi dan melalui proses redesain, lanjut Agus, pengerjaan underpass Singosari dimulai pada 22 Januari lalu. Hal ini dilakukan serius dan efisien dengan mendatangkan banyak alat berat untuk mempercepat pembangunan.
Pengerjaan underpass ini juga memikirkan banyak hal berkaitan dengan pengentasan kepadatan kendaraan ketika Tol Mapan dioperasikan. “Underpass selesai konstruksinya maka pada pengoperasian nanti Karanglo yang dulu pertigaan akan jadi perempatan karena akan ada arus lalu lintas dari tol yang keluar. Mungkin ke Batu atau ke Malang atau bahkan ke arah Singosari. Maka ada underpass,” ungkapnya.
Pria yang pernah menjabat General Manager Jasamarga Cawang-Tomang-Cengkareng ini menjelaskan underpass akan memuat kapasitas lalu lintas kendaraan yang cukup besar. Karena akan terdapat delapan jalur saat difungsikan.

Berita Lainnya :