Hasil Ekspedisi Samala Dikoleksi di Amerika

 
EKSPEDISI 60 hari mersiet kebesaran Kerajaan Majapahit ini dimulai  21 September 2014 lalu. Ekspedisi Samala digelar Malang Post Forum, sebuah wadah kreativitas kru redaksi Malang Post. Hasilnya berupa buku berjudul “Menguak Kemasyhuran Majapahit dari Jendela Malang Raya” kini dikoleksi di berbagai daerah hingga di New York, Amerika Serikat dan tersedia di books google. 
Penelusuran jejak dan peninggalan sejarah Majapahit di Malang Raya ini dilakukan dengan menelusuri 35 candi. Selain itu mengkaji puluhan situs terkait histori Majapahit, mendaki   Gunung Semeru dan Arjuno untuk mengeksplore tapak kerajaan yang berdiri pada tahun 1293 itu. 
Ekspedisi dilakukan secara sistematis. Awak Malang Post memulai dengan pra ekspedisi berupa road show, lomba foto, diskusi internal, seminar hingga studi arkeologi melibatkan pakar, perguruan tinggi, mahasiswa, juru pelihara candi, budayawan dan pelaku wisata. Sedangkan ekspedisi berupa penelusuran dilakukan tim yang terdiri dari kru redaksi. Yakni Bagus Ary Wicaksono, Lailatul Rosida, Shuvia Rahma dan Vandri Battu. Fotografer  secara bergantian, Guest Gesang, Dicky Bisinglasi dan Ipunk Purwanto. Arkeolog Universitas Negeri Malang (UM)  M Dwi Cahyono menjadi tim pakar ekspedisi terlibat secara aktif.  
Ekspedisi Samala ditutup dengan rangkaian kegiatan pasca ekspedisi. Yakni pameran foto dan peluncuran buku hasil ekspedisi pada 30 Desember 2014 di Hotel Tugu. Selain dihadiri tiga kepala daerah di Malang Raya, para rektor dan  budayawan, hadir pula pendiri MURI, Jaya Suprana. 
Jaya Suprana saat itu terkagum-kagum terhadap Ekspedisi Samala.  “Saat sejarah dilupakan, Malang Post mengingatkan kembali tentang kebesaran Majapahit,” kata tokoh peduli budaya dan kemanusiaan itu saat menjadi pembicara peluncuran buku Ekspedisi Samala. 
Ekspedisi Samala pun dianggap sebagai cara paling tepat menelusuri sejarah dan pembelajaran sejarah secara kontekstual dan menarik. Apalagi lebih dari 500 orang terlibat dalam  rangkaian kegiatan pra ekspedisi, ekspedisi dan pasca ekspedisi. 
Karena itulah, Ekspedisi Samala Malang Post sangat berbeda. Bahkan tak bisa disamakan dengan kegiatan lain seperti jelajah atau sejenis lainnya yang pernah dilakukan di Malang Raya. 
Hasil kreativitas redaksi Malang Post yang didukung Bentoel Group ini kini jadi referensi studi tentang Kerjaan Majapahit oleh berbagai kalangan. Berdasarkan catatan, buku Ekspedisi Samala dikoleksi di sejumlah perpustakaan. Di antaranya, perpustakaan Cornell University di New York,  books.google, perpustakaan Kompas, perpustakaan LKBN Antara,  Perpusatakaan Pempro Jateng, Perpustakaan Pemkab Mojokerto dan berbagai perpustakaan lain. 
Seperti spirit namanya, Samala berarti pemenang, maka cita-citanya Malang Post menjadi pemenang di Malang Raya. (van) 

Berita Lainnya :