Jurnalis SMKN 8 Belajar ke Malang Post


MALANG - Sebanyak 35 siswa SMK Negeri 8 Malang, Sabtu (8/12) lalu, berkunjung ke Kantor Redaksi Malang Post. Mereka merupakan siswa yang tergabung dalam kelompok ekstra jurnalistik. Kunjungan ke kantor Korane Arek Malang ini dalam rangka menggali lebih dalam ilmu tentang jurnalistik.
Sekretaris Redaksi Malang Post, Buari, STP yang menyambut kunjungan tersebut mengimbau agar sebagai seorang jurnalis, siswa jangan sampai terpancing dengan berbagai kabar yang bergulir di media sosial. Di era digital yang semakin berkembang, jurnalis harus peka terhadap kabar fakta atau hoax.
"Untuk itu harus melakukan konfirmasi, seorang jurnalis jangan segan melakukan chek and re-check untuk mengetahui sebuah kebenaran," ucapnya.
Hal lain yang menurutnya perlu diketahui jurnalis yaitu perbedaan antara berita dan opini. Berita merupkan sajian informasi yang di dalamnya lengkap dengan unsur-unsur penyusun berita yakni 5W1H. Selain itu, di dalam berita ada konfirmasi dan kutipan dari narasumber.
Berbeda dengan opini, yang hanya merupakan rentetan narasi hasil presepsi atau gagasan dari penulis. "Seorang jurnalis harus mengerti perbedaan keduanya. Sehingga ketika membuat berita tidak terjebak ke dalam opini," terangnya.
Ia manambahkan, agar hasil tulisan berita menjadi berkualitas, jurnalis atau wartawan harus memahami materi. Untuk itu perlu adanya persiapan. Termasuk mempersiapkan bahan pertanyaan kepada nara sumber. "Dengan mempersiapkan materi pertanyaan, maka wawancara akan lebih terarah sehingga tidak bias tanpa tujuan yang jelas," tuturnya.
Menurut Buari, Wartawan yang baik tidak hanya mengkritisi suatu kondisi, melainkan juga mampu memberikan solusi pada problem yang ada. Oleh karena itu jurnalis juga dituntut untuk berwawasan. "Kepekaan memang dibutuhkan, berani bertanya itu harus, tapi juga berusaha menawarkan solusi," imbuhnya.   
Nasyawa Ramadhani Kirana, salah satu siswi dalam kunjungan tersebut mengatakan, motivasinya bergabung dalam kelompok jurnalistik yaitu ingin belajar public speaking. Ia yang bercita-cita menjadi seorang presenter merasa perlu belajar jurnalistik. "Saya senang belajar jurnalistik. Untuk melatih berani berbicara di depan umum,” ucapnya.
Pembina Jurnalistik, Mamik Rahayu, S.Pd berharap dengan kunjungan redaksi akan banyak ilmu yang bisa diperoleh anak didiknya. Pengetahuan  yang diberikan Malang Post menjadi modal penting bagi mereka yang akan melaksanakan tugas jurnalistik di sekolah. “Kami rasa kunjungan ke Malang Post merupakan keputusan yang tepat. Sebagai koran lokal memiliki porsi berita pendidikannya cukup banyak dan variatif,” ungkap Waka Humas SMK Negeri 8 ini. (imm/sir/oci)

Berita Terkait