Kampung Glintung 3G bermula dari Malang Post

 
Siapa sangka, Kampung Glintung Go Green (3G) di RW 23 Kelurahan Purantoro, Kecamatan Blimbing yang sangat tersohor itu, bermula dari Malang Post. Ya, sebelumnya, kampung ini dikenal sebagai kampung banjir. Setiap hujan deras, wilayah ini selalu kebanjiran. Jalan kampung selalu rusak karena diterjang banjir.
Melihat kondisi seperti ini, Malang Post menggelar diskusi mencari solusi, tahun 2014 lalu. Saat itu Malang Post masih bermarkas di Jalan Sriwijaya. Dari Pemkot Malang diundang Dinas PU, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), dari pakar hadir dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) yang saat itu dihadiri langsung dekannya Prof Dr Muhammad Bisri. Hadir pula dari beberapa LSM serta warga RW 23 Purwantoro beserta Ketua RW-nya Ir Bambang Irianto.
Dari diskusi tersebut, Prof Bisri mengusulkan adanya sumur injeksi atau sumur resapan. Usulan ini pun disambut gembira seorang Bambang Irianto. Dengan bangga, ketua RW ini mengatakan kepada tamu-tamu yang datang ke kampungnya jika akan dibuat sumur injeksi. Ketika ditanya sumur itu tempatnya dimana? Jawabannya, masih akan dibangun.
Melalui pembaca Malang Post terkumpul dana dan cukup untuk membuat satu sumur injeksi. Dibangunlah pertama kali sumur injeksi atas bantuan pembaca Malang Post. Dari satu sumur itu, kini terus berkembang dan jumlah terakhir mencapai tujuh sumur. Bahkan RW ini kini member bantuan sumur injeksi di beberapa RW lainnya.
Dari sumur injeksi dengan Gerakan Menabung Air ini pulalah, Kampung Glintung kini bisa sangat tersohor hingga nasional bahkan internasional. Kini kampung ini menjadi Kampung Konservasi Air dan diresmikan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo beberapa waktu lalu di Hotel Savana berbarengan dengan pembukaan Rakernas APEKSI. Beberapa waktu kemudian, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pun hadir di kampung ini dan melihat langsung kondisinya. Ketua MPR RI pun berjanji akan ikut mengkampanyekan disetiap kesempatan.
Kampung ini pula merupakan satu-satunya yang tampil di Ghuangzhou Award 2016 di Tiongkok. Sementara peserta lainnya minimal dari kota-kota besar seperti Boston, Kophenhagen dan lainya.(jon/van)

Berita Lainnya :