Koalisi Poros Baru Tinggal Selangkah Lagi


MALANG - Koalisi poros baru hampir deal 100 persen. Partai Golkar, Gerindra dan Nasdem diketahui sedang membentuk poros baru menantang dua kubu koalisi yang saat ini telah resmi terbentuk. Hal ini terungkap dalam Diskusi 1212 Pilkada 2018: Malang Hebat yang diselenggarakan Malang Post di Ballroom Hotel Ijen Suites.
Dalam diskusi yang dipimpin langsung oleh Pemimpin Redaksi Malang Post Dewi Yuhana itu, Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Kota Malang Bambang Taufik buka-bukaan soal koalisi tersebut. “Kita sebagai parpol buka-bukaan saja sekarang. Gerindra koalisi dengan Golkar dan Nasdem,” papar Bambang saat Pimred Malang Post melontarkan pertanyaan soal potensi koalisi Partai Gerindra menyambut Pilkada 2018.
Bambang mengakui, tiga partai tersebut memang sedang proses pembahasan dalam pembentukan koalisi. Hal ini senada dengan pernyataan yang dilontarkan Ketua DPD Partai Golkar, Sofyan Edi Jarwoko saat Pemred Malang Post memburunya dengan pertanyaan soal koalisi poros baru. Sofyan menjelaskan, koalisi yang dibangunnya dalam proses menuju akhir kesepakatan.
“Berapa persen kemungkinan koalisi tersebut? 60 persen, 70 persen, atau di atas 90 persen,” desak Hana, panggilan akrab Dewi Yuhana.
“Menuju 100 persen,” jawab Sofyan Edi tegas.
Lebih jauh, Sofyan Edi mengakui bahwa Golkar secara intens berkomunikasi dengan Partai Gerindra dan Nasdem Kota Malang. “Memang 3 partai ini intens melakukan komunikasi bersama. Karena setelah pendekatan yang cukup lama, kita juga sudah satu visi dan misi. Keinginan kami sama,” tutur Sofyan.
Meski begitu, Sofyan menjelaskan, koalisi partai baru yang akan terbentuk dengan formasi Golkar-Gerindra-Nasdem ini, tetao akan mengembangkan sayap koalisi dengan partai lain, di waktu yang tersisa. Hal ini dikatakannya dengan menyebut beberapa partai lain yang ingin diajak bergabung. Sofyan menyebut masih ingin mengajak partai lain seperti Hanura, PPP dan PAN untuk bergabung dalam satu koalisi. Meski ketiga partai terakhir selama beberapa minggu terakhir menyatakan tergabung dalam koalisi HaraPAN Pembangunan.  
“Ya Hanura, PAN dan PPP kami harap gabung juga. Kan spiritnya linier dengan Pilgub,” papar Sofyan.
Ia melanjutkan, pembahasan final untuk penentuan koalisi masih terus dilakukan intens dengan Gerindra dan Nasdem. Sampai akhir tahun ini, ia meyakini koalisi poros baru tersebut akan terbentuk.
Di masa-masa sebelum akhir tahun atau sebelum pendaftaran paslon Januari mendatang, segala kemungkinan koalisi poros baru ini, tambah Sofyan masih dinamis.  “Nanti malam (tad malam, Red) kita akan ketemu lagi untuk bahas koalisi poros baru ini. Yang jelas masih soal koalisi saja, kalau teknis N1 atau N2 masih belum diperbincangkan,” pungkas Sofyan.
Untuk kemungkinan koalisi lain salah satunya dari PDI Perjuangan, masih menjadi pembahasan di kalangan parpol. Dalam Diskusi 1212 Pilkada 2018: Malang Hebat, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan I Made Rian Diana Kartika SE membantah adanya koalisi poros baru yang dibangunnya bersama salah satu partai. Terdapat informasi bahwa PDI Perjuangan telah menjalin koalisi bersama Partai Demokrat. Made mengungkapkan hal tersebut tidak benar.
“PDI-P sampai sekarang belum melakukan koalisi apapun. Lagipula ranah koalisi tidak di tingka DPC. Kita belum ada komunikasi dengan partai lain soal koalisi. Soal koalisi atau kemana kita nanti berlabuh hanya Bu Mega yang tahu,” tutur Made saat diberondong Hana tentang spekulasi koalisi PDI-P dengan Demokrat dalam diskusi tersebut.
Made menjelaskan, saat ini pihaknya sedang konsen menggodok “menu” bakal calon wali kota dan wakil wali kota dari penjaringan yang dilakukan PDI-Perjuangan Kota Malang.  Rekomendasi soal siapa yang akan diusung PDI Perjuangan, akan keluar paling lambat 7 Januari mendatang. Itu berarti sehari sebelum pendaftaran bakal calon ke KPU.
Sementara itu, Diskusi 1212 Pilkada 2018: Malang Hebat yang diselenggarakan Malang Post ini menyatukan banyak elemen masyarakat dalam satu forum. Kalangan politik yang hadir dilengkapi pula dengan kehadiran bakal-bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang siap maju di berbagai latar belakang parpol. Di antaranya Wakil Wali Kota Malang Sutiaji dan Deddy Wahjudi PhD yang sedang berjuang mendapatkan rekomendasi PDI-P, Dr. Ya’qud Ananda Gudban, bakal calon wali kota dari Koalisi HaraPAN Pembangunan, para ketua parta politik, akademisi, perwakilan komunitas, tokoh masyarakat hingga jajaran kepolisian dan TNI Kota Malang.(ica/han)

Berita Lainnya :