Kupas Koran dan Generasi Milenial


MALANG – Menurunnya minat baca pelajar terhadap media cetak khususnya koran menjadi perbincangan menarik saat Sekretaris Redaksi, Buari, STP menerima kunjungan dari 36 mahasiswa program studi Agribisnis FP UB, Selasa (17/4) . Bahkan bagi generasi milenial membaca koran dianggap sebagai kegiatan khas orang tua.
Seperti yang disampaikan oleh mahasiswa mata kuliah Dasar Komunikasi (Daskom) kelas J, Muhammad Farhad.  Menurutnya, Ia pernah membeli Koran, tapi diejek temannya yang menganggapnya seperti orang tua.
“Memang koran identik dengan perawakan tua, apalagi saat ini gadget memberikan banyak kemudahan bagi semua orang, ingin informasi apapun yang kita inginkan di internet sudah tersedia, lantas bagaimana cara Malang Post menarik kaum milenial zaman sekarang,” lontar Farhad pada sesi tanya jawab.
Buari, STP, mengatakan, Malang Post sebagai media cetak yang telah berdiri sejak tahun 1998 terus berusaha untuk mengedukasi masyarakat bahwa dengan membaca mampu meningkatkan kecerdasan. Tak hanya itu, Malang Post juga memuat rubrik Genzi yang ditujukan khusus untuk anak muda.
“Di halaman ini berisi seputar anak muda dengan gaya bahasa anak muda namun tetep sesuai dengan kaidah jurnalistik, dan pembuat halaman ini juga dari kalangan anak muda,” uar Buari.
Tak hanya halaman, komitmen Malang Post untuk menggait generasi muda juga dituangkan dalam bentuk event tahunan seperti Putri Kartini dan M-Teens School Competition. Kedua kegiatan ini pesertanya diambil dari para pelajar di Malang Raya.
Peserta kunjungan juga mendapatkan materi seputar jurnalistik mulai dari pencarian berita dari wartawan Malang Post, penulisan, hingga penyuntingan dari tim redaksi. Bahkan mereka diajak menyaksikan langsung para wartawan dan redaksi saat bekerja di depan komputer masing-masing.
Asisten Praktikum Daskom, Khansa Azizah, menambahkan, kegiatan kunjungan yang rutin diadakan FP UB ke kantor Malang Post merupakan kegiatan praktik langsung setelah mahasiswa menerima materi tentang media komunikasi salah satunya media massa. Dengan mereka tahu bagaimana alurnya memuat berita ke media, nantinya ketika mereka terjun langsung ke masyarakat tidak perlu lagi kebingungan.
“Bagaimanapun juga mahasiswa Agribisnis FP UB ketika lulus akan berhubungan langsung dengan masyarakat khususnya yang berprofesi di bidang pertanian, sehingga penting untuk mengetahui bagaimana cara menulis yang benar sesuai kaidah jurnalisti sehingga layak untuk dipublikasikan dan diinformasikan ke masyarakat luas terutama petani,” pungkas Khansa. (mg7/oci)

Berita Lainnya :

loading...