Membuat Berita, Patuhi Rukun Iman


MALANG – Menciptakan produk jurnalistik yang menarik dibutuhkan latihan kontinyu. Selain itu, diperlukan juga banyak referensi dan bacaan untuk memperbanyak pengetahuan sebagai modal untuk menulis berita.
Karena alasan itulah, tim redaksi Jurnal Keluarga Beruga Kencana (Berita Rujukan Keluarga Berencana) BKKBN Provinsi NTB melakukan kunjungan ke kantor  Malang Post, Selasa (22/8).
Sekretaris BKKBN NTB, Drs HM Jamiluddin MM yang mendampingi tim redaksi Beruga Kencana mengatakan, jurnal keluarga BKKBN NTB merupakan media untuk menyampaikan beragam informasi terkait kependudukan dan keluarga berencana kepada masyarakat. Ia menyadari, agar masyarakat tertarik untuk membaca informasi yang terdapat di dalam jurnal, berarti tim redaksi harus menyampaikan produk jurnalistik yang menggoda. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menggali ilmu dari Malang Post. Bagaimana bisa membuat berita atau artikel yang bagus,memilih foto yang bagus untuk ditampilkan hingga me-lay out halaman agar jurnal ini lebih menarik disimak,” ungkap Jamiluddin dalam sambutannya.
Redaktur Malang Post, Noer Adinda Zaeni yang menerima kunjungan menyampaikan, salah satu cara menciptakan produk jurnalistik yang menarik adalah dengan menerapkan 'rukun iman berita'. Rukun iman ini adalah pegangan wajib bagi para wartawan untuk membuat berita. Dalam satu berita, harus ada satu atau lebih poin rukun iman sehingga berita tersebut menjadi bacaan yang menarik.
“Rukun iman berita yang menjadi pegangan kami di antaranya tokoh, yakni yang diberitakan adalah orang-orang yang terkenal atau memiliki pengaruh, kedua eksklusif, berita atau informasi tersebut tidak dimiliki media lain, ketiga human interest, yakni cerita yang bisa memunculkan simpati dari masyarakat atau pembaca. Selain itu ada juga proximity (kedekatan), berita atau peristiwa tersebut besar dan berpengaruh serta yang tak kalah pentingnya adalah informasi yang disampaikan adalah fresh atau yang pertama,” ujar Dinda, sapaan akrabnya.
Selain cara menulis, Dinda juga membeberkan bagaimana menyajikan tampilan berita di dalam jurnal agar lebih sedap dipandang. “Jangan hanya berisi berita. Halaman tersebut juga harus diberi foto dan grafis. Foto yang ditampilkan juga jangan terlalu kaku. Misalnya dalam satu kegiatan, jangan hanya menampilkan foto pejabat bersalaman atau penandatanganan prasasti. Tampilkan juga foto-foto hiburan yang cantik seperti penari atau penampilan teater bila ada,” sambungnya.
Perempuan berhijab ini juga mengingatkan, saat membuat jurnal, tim redaksi harus menentukan segmen pembacanya. Jika memang jurnal tersebut diperuntukkan bagi keluarga, yakni mulai anak-anak hingga orang tua, berarti rubrikasi di dalamnya juga harus mewadahi semua kelompok.
Perwakilan tim redaksi Jurnal Keluarga Beruga Kencana, Lalu Agustan Kusumaredi S.Kom merasa puas dengan studi banding yang dilakukan bersama Malang Post. Pihaknya mendapatkan informasi yang bermanfaat untuk perkembangan jurnal instansinya tersebut. “Kami akan segera mengaplikasikan ilmu dan informasi ini sehingga bisa menghasilkan jurnal yang menarik untuk dibaca masyarakat, khususnya di NTB,” tutupnya. (nda/van)

Berita Lainnya :