Peserta Asia Journalism Fellowship, Tiga Bulan di Singapura

 
Tahun 2014, Pemimpin Redaksi Malang Post Dewi Yuhana (kala itu Redaktur Pelaksana, Red) lolos dalam seleksi program Asia Journalism Fellowship (AJF) yang digelar oleh Temasek Foundation bekerjasama dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapore. Tahun ini, kerjasama tersebut beralih dengan The Institute of Policy Studies (IPS), lembaga riset dan lab ternama yang berada di bawah National University of Singapore (NUS). 
Hana, panggilan akrabnya, menjadi wartawan pertama asal Malang, bahkan di Jawa Timur yang mengikuti program tersebut. Selama tiga bulan, Hana tinggal di Singapura bersama 15 jurnalis dari 13 negara di Asia. Ada ragam kegiatan yang harus diikuti peserta untuk mengasah kemampuan dan skill jurnalistik juga mempelajari banyak hal lewat seminar, kelas-kelas dalam skala kecil dan besar di kampus, di institusi pemerintah hingga berdiskusi dengan beberapa menteri. 
Setiap peserta juga diminta berbagi ilmu dan pengalaman tentang berbagai topik yang terjadi di negaranya kepada semua peserta, dalam presentasi yang dihelat setiap minggu. Kala itu, alumnus Pesantren Putri Pondok Modern Gontor ini diminta mempresentasikan “Indonesia Election” karena momen AJF bertepatan dalam suasana Pemilu. Ia memberikan hak suaranya dalam Pemilu legislatif di KBRI Singapura.
“Antusiasme peserta diskusi untuk mengetahui Pemilu di Indonesia sangat tinggi. Apalagi waktu itu, dunia ikut dihebohkan dengan Jokowi effects, mereka mengenal blusukan yang menjadi ciri khas Jokowi. Karena tidak ada kata yang tepat dalam Bahasa Inggris, judul berita pun menjadi The “Blusukan”,” kata Hana. Koran sekelas The Straits Times menurutnya, memberikan halaman khusus berisi tentang perkembangan Pemilu tanah air. Tak jarang, ada berita Pemilu yang dimuat di halaman satu. Menunjukkan betapa Singapura menunggu benar hasil pesta demokrasi tersebut. Maklum saja, negara ini masih menjadi investor terbesar di Indonesia. Tahun lalu misalnya, realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp 612,8 triliun. Nah, investasi Singapura di Indonesia senilai USD 9,2 miliar atau sekitar Rp 122,58 triliun, atau 20 persen dari total investasi. 
Tiga bulan bersama memberikan pelajaran penting tentang toleransi dan budaya, dari berbagai negara. Hana juga belajar banyak tentang kehidupan masyarakat Singapura yang serba tertib dan rapi. Penataan kota dan keberadaan taman-taman yang didesain bagus sesuai peruntukannya di dekat tempat tinggal warga. Di tengah program, alumnus UMM ini sempat bertemu dengan Wali Kota Malang H. Moch Anton dan tim yang menghadiri acara atas undangan Temasek. Kepada Abah Anton, Hana menceritakan tentang taman-taman unik yang ada di city of lights itu. Memberikan input khusus untuk pengembangan taman-taman yang ada di Kota Malang sekarang.
Melalui program ini, Malang Post berada dalam list yang seringkali diikutkan dalam berbagai event yang digelar oleh Temasek. Membuka kerjasama lebih luas dan tentu mengenalkan Malang Raya kepada dunia melalui Malang Post. (*) 

Berita Lainnya :