Tegaskan Komitmen Jaga Pilkada Kota Malang Kondusif


Malang Post, Komitmen menjadikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang 2018 mendatang sehat dan kondusif, menjadi pernyataan peserta Diskusi 1212 Pilkada 2018 “Malang Hebat”. Gelaran yang diadakan Malang Post ini menjadi embrio ide program memajukan Kota Malang, sekaligus menjaga Pilkada Kota Malang.
Para peserta diskusi sepakat dengan penegasan pakar politik Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Asep Nurjaman., M.Si, Bahwa sebuah pesta demokrasi tidaklah menjadi alat mencari popularitas demi kepentingan pribadi.
“Demokrasi jangan dijadikan alat. Tujuan pesta demokrasi adalah untuk mesejahterahkan rakyat. Karena demokrasi punya makna penting bagi kesejahteraan masyarakat,” paparnya saat mencurahkan aspirasinya dalam Diskusi yang didakan di Ballroom Hotel Ijen Suites Malang, Selasa (12/12).
Ia menerangkan makna pilkada hebat harus benar-benar dijadikan pedoman oleh peserta pilkada nantinya. Meski apapun bisa dilakukan oleh seseorang ataupun partai politiknya dalam memenangkan pemilu, diharapkan peserta pemilu dapat terus mengedepankan kebutuhan masyarakat.
Di hadapan ketua-ketua parpol dan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Malang, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM ini menegaskan bahwa konsep koalisi pun harus mengandalkan kebutuhan masyarakat.
“Saat ini winning coalition sudah tidak ada nilainya lagi. Parpol harus punya basis kuat untuk memberi makna pada kebutuhan masyarakat ini yang akan membawa bekas di hati masyarakat,” papar Asep.
Arahan berpolitik sehat yang dilontarkan Asep ini juga dikuatkan oleh pandangan dari jajaran samping pemerintah. Salah satunya dilontarkan Kasat Intel Polres Malang Kota AKP Triyono Susanto yang menyempatkan diri hadir dalam diskusi terakhir Malang Post Forum di 2017 ini.
Secara spesifik, Tri menjelaskan beberapa skema-skema keamanan yang telah dipersiapkan Polres Malang Kota untuk menjadikan Pilkada Kota Malang kondusif.
Ia menjelaskan prediksi jumlah TPS di Kota Malang nantinya terdapat 1.428 TPS. Dengan skema prediksi terdapat 1.400 TPS masuk kategori aman, 27 TPS dikategorikan Rawan I, dan 2 TPS dikategorikan Rawan II.
“Kami punya hitung-hitungan pengamanan sendiri. Karena kerawanan yang diperhitungkan tidak hanya rawan bentrok saja, tetapi ada wilayah yang memang rawan kejahatan ada yang rawan bencana dan lainnya. Ini kita tidak juga bisa kerja sendiri,” tegas Tri.
Ia mengungkapkan agar seluruh peserta pemilu baik bakal calon maupun tim kampanye sampai pendukung calon harus mau kerjasama dengan pihak keamanan. Dalam artian untuk menjaga keamanan dan kelancaran Pilkada seluruh elemen harus mampu menciptakan kondisi sekondusif mungkin.
Dengan jumlah personel yang terbatas, Tri menegaskan agar peserta pemilu dapat menjaga integritas dalam berpolitik. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga merugikan warga Kota Malang.
Dari jajaran TNI pun turut menyampaikan aspirasi yang sama. Pasiter Kodim 0833 Kota Malang Kapten Kav Wartoyo mengungkapkan jajaran TNI pun memprioritaskan kelancaran proses Pilkada Kota Malang 2018 mendatang.
“Kami senang mendengar seluruh visi misi bakal calon tetapi tahu namanya anggota militer sudah jelas tidak akan terlibat dalam pemilihan. Akan tetapi menjaga kelancaran sudah tugas kami maka pesan kami hanya berpolitik sehat saja,” tandas Wartoyo dalam diskusi yang dipimpin langsung oleh Pemred Malang Post Dewi Yuhana.
Pihak penyelenggara Pilkada Kota Malang 2018 mendatang pun berharap hal yang sama dengan seluruh elemen masyarakat lainnya.
Hal ini disampaikan Komisioner KPU Kota Malang Divisi SDM dan Parmas Ashari Husen S.Sos MSi yang turut hadir. Ia mengatakan jika berkaca pada skema koalisi partai yang saat ini muncul Pilkada Kota Malang paslon yang mungkin muncul akan beragam.
Di mana tingkat kompetisi akan semakin tinggi. Hanya saja KPU mengingatkan parpol-parpol untuk tetap menjaga integritas agar Pilkada 2018 mendatang terjalin dengan lancar dan aman.
“Ya kalau pada penyelenggara pemilu. Jangan coba-coba menggoda saja. Kami punya aturan yang tegas soal ini dengan sanksi yang tanggung-tanggung. Intinya siapapun bakal calon nantinya yang akan maju bersaing harus bersaing profesional,” tegas Ashari.
Sementara itu bakal calon wali kota dan wakil wali kota serta petinggi-petinggi parpol yang hadir pun turut mengungkapkan komitmen menjaga pilkada lancar pelaksanaannya. Salah satunya dituturkan Ketua DPD PAN Kota Malang Pujianto.
Ia menjabarkan bahwa pilkada kedepan akan dilakukan pihaknya dengan profesional dan tanpa embel-embel mahar.  Pihaknya pun mengedepankan program-program pro rakyat seperti peningkatan infratsruktur jalan.
“Kita semua memang harus mengedepankan masyarakat jangan sampai pilkada ini jadi pilkada mahar,” tuturnya.
Hal senada juga dilontarkan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Malang M Fadli dalam diskusi. Menurutnya pilkada kota malang yang hebat memang harus dimulai dari mindset warga masing-masing, Tidak hanya pelaku politik saja tetapi masyarakat seluruhnya.
Hal inilah yang dikedepankan Partai Nasdem agar menjadi wakil rakyat yang dapat mengubah mindset warga menuju Kota Malang yang lebih berkembang.
Diskusi 1212 Pilkada 2018 “Malang Hebat” yang diselenggarakan Malang Post ini menjadi sebuah penguatan komitmen seluruh elemen masyarakat. Demi pelaksanaan Pilkada Kota Malang yang kondusif. (ica/ary)

Berita Lainnya :