Uklam-Uklam Heritage Nang Kayutangan


MALANG – Malang Raya Heritage (MRH) mematangkan Uklam-Uklam Heritage Nang Kayutangan yang dihelat pada 30-31 Agustus 2019 mendatang. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemkot Malang, dalam hal ini Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji. Wali kota mendukung MRH untuk mewujudkan kegiatan itu sebagai konsep ikon wisata sekaligus pelestarian budaya dan sejarah.
Ditemui di Balai Kota, Sutiaji menegaskan Pemkot Malang siap mendorong kesuksesan MRH dalam merealisasikan Kayutangan. Karena menurut Sutiaji, kawasan heritage Kayutangan ada di Kota Malang.
“Sehingga, secara otomatis, kami dari Kota Malang pun berkepentingan dengan semangat MRH mendorong pelestarian Kayutangan,” kata Sutiaji kepada Malang Post, didampingi Wawali Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko dan Sekkota Drs Wasto SH MH.
Sutiaji menegaskan instruksinya bagi Sekkota Wasto untuk menjalin komunikasi intens dengan MRH. Rencananya, Selasa (30/7) besok, Sekkota Malang Drs Wasto bertemu dengan MRH. Menurut Wali Kota Malang, dukungannya bagi MRH dalam menggelar Uklam-Uklam Heritage Nang Kayutangan, tak lepas dari perhatiannya terhadap sejarah.
Pemkot Malang, sebelumnya sudah berikrar untuk secepat mungkin, menetapkan Kayutangan sebagai ibu kota heritage Malang. Dengan penetapan Kayutangan sebagai ibu kota heritage dan mencatatkannya dalam arsip pemerintah Kota Malang, nama Kayutangan akan selamanya lestari. Setelah mengarsipkan Kayutangan, aksi pelestarian, bergantung pada masyarakatnya sendiri.
Sehingga, Uklam-Uklam Heritage Nang Kayutangan dari MRH, sangat diapresiasi oleh Wali Kota Malang. “Pemkot Malang menganggap Kayutangan sebagai nama khas yang tak dimiliki daerah lain. Sehingga, tidak salah bila Kayutangan juga akan diarsipkan sebagai nama bersejarah di Kota Malang,” sambung pria yang masa mudanya getol sebagai akvitis kampus ini.
Malang Raya Heritage sendiri, menghelat Uklam-Uklam Heritage Kayutangan untuk mendongkrak kawasan legendaris nan bersejarah ini sebagai ikon wisata. Keterlibatan masyarakat Kayutangan yang menghuni kawasan ini, sangat krusial bagi pembangunan ikon wisata.
Sutiaji, mengapresiasi langkah MRH menggelar Uklam-Uklam Heritage Nang Kayutangan, sebagai pondasi awal menjadikan Kayutangan, kawasan wisata yang levelnya sama dengan Malioboro dan Braga.
“Jogja punya Malioboro, Bandung punya Braga, Kota Malang punya Kayutangan,” tambahnya.

Berita Terkait