Benarkah Kangkung dan Sayuran Penyebab Asam Urat?


HINGGA kini, masyarakat masih banyak yang meyakini sayuran hijau seperti kangkung dan bayam, dapat menyebabkan penyakit asam urat. Bahkan seringkali di media sosial tershare opini yang menguatkan hal tersebut.
Menanggapi hal tersebut, tim ahli gizi SD Plus Al-Kautsar Rona Qori Jannah, A.mG menjelaskan, sayuran dan buah-buahan merupakan makanan yang dapat mengurangi pembentukan kristal urat, karena sayuran dan buah dapat meningkatkan PH darah dan urin.
Serat dalam sayur dan buah dapat menyerap asam urat yang ada di darah dan kelebihan asam urat bisa dibuang lewat ginjal. Berbagai kajian juga menunjukkan bahwa konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup turut berperan dalam menjaga kenormalan tekanan darah, kadar gula dan kolesterol darah.
“Bayam dan kangkung memang merupakan sayuran yang mengandung purin. Namun menurut penelitian, purin yang berasal dari sayuran aman dikonsumsi bagi yang menderita asam urat,” katanya kepada Malang Post.
Justru faktanya, lanjut Qori, yang dapat memicu timbulnya penyakit asam urat di dalam tubuh adalah zat purin yang banyak terdapat pada protein hewani. Sebagai contoh jeroan memiliki kandungan purin 150-825 mg per 100 gr nya.
Sedangkan bayam dan kangkung hanya mengandung 50-150 gr purin per 100 gr nya.  “Jadi kita tidak perlu lagi khawatir dalam mengkonsumsi bayam atau kangkung asalkan tidak dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan,” jelas Qori.
Ia juga menghimbau kepada penderita asam urat, untuk menjalankan diet atau pengaturan menu makanan agar dapat mengurangi pembentukan asam urat. Makanan yang mengandung purin tinggi pada umumnya menghasilkan urin yang bersifat asam.
“Untuk itu penderita disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung purin tinggi, banyak minum air putih dan mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan PH urin,” terangnya. Penderita juga harus menjalani diet rendah protein untuk mengurangi jumlah purin yang dikonsumsi.
Protein merupakan sumber purin, terutama protein hewani seperti hati, otak, paru dan limpa. Sumber protein yang dianjurkan adalah protein nabati atau protein dari susu, keju dan telur. Penderita dapat mengkonsumsi protein sebanyak 50-70 gr perhari. (imm/mar)

Berita Lainnya :