Biaya Praktik SMK Lebih Mahal Dari SMA


 
TREN sekolah kejuruan, membuat sejumlah masyarakat berbondong-bondong menyekolahkan anaknya ke SMK. Hal ini karena lulusan SMK juga dijanjikan langsung mendapat pekerjaan karena memiliki kompetensi yang lebih unggul daripada SMA untuk bekerja. 
Meski begitu, sebagai sekolah kejuruan, SMK dinilai membutuhkan biaya praktik yang jauh lebih mahal daripada SMA, benarkah? Kepala Humas SMKN 5 Malang, Wahyu Andreas membenarkan jika biaya praktik SMK memang lebih mahal daripada SMA. 
Dia menjelaskan, faktor utama biayanya cenderung mahal karena di jenjang SMK memiliki lebih banyak kegiatan produktif dan praktik. “Di SMK pelajaran produktif saja sudah banyak kompetensinya, setiap kompetensi tentu memiliki kebutuhan untuk pengadaan peralatan dan bahan,” katanya. 
“Sehingga memang fakta jika biaya praktik di SMK jauh lebih mahal daripada SMA,” ungkap Wahyu.
Jenjang SMA dinilai lebih teoritis, dibanding SMK yang memang fokus pada kejuruannya masing-masing. Belum lagi, setiap satu semester siswa tak hanya membuat satu karya tetapi lebih.
Kebutuhan tersebut disesuaikan dengan kompetensi pada masing-masing jurusan dan kelas tiap semester. Meski banyak diyakini membutuhkan biaya praktik yang jauh lebih mahal, animo masyarakat memilih SMK tetap tinggi. Sebab biaya SPP masih tergolong lebih murah dibanding SMA. 
“Kalau di SMKN5 misalnya di jurusan kriya, busana dan TKJ, lebih banyak di bahan. Sedangkan multimedia, IT, dan RPL lebih banyak ke alat,” ungkapnya. 
“Semua kebutuhan biaya praktik tergantung jurusan dan kelas masing-masing. Jika dilihat besarannya, di SMK SPPnya lebih murah daripada di SMA. Tapi untuk biaya praktik memang lebih mahal di SMK,” beber dia.
Selain itu, stigma masyarakat yang masih menilai lulusan SMK selain bekerja hanya dapat melanjutkan pendidikan tinggi vokasi juga dinilai salah oleh Wahyu. Selama tiga tahun terakhir ini, animo lulusan ke perguruan tinggi non vokasi juga cukup banyak.
“Sekarang sudah lebih merata tidak hanya melanjutkan ke perguruan tinggi vokasi, lulusan SMK sudah bisa memilih sesuai kemampuan mereka. Ada juga lulusan animasi yang juga bisa masuk kedokteran hewan,” imbuhnya. (mg3/mar)

Berita Lainnya :