Domba Mati Tak Dimakan Grandong

 
Grup Facebook di Malang Raya, heboh dengan kabar matinya belasan domba warga di Dusun Ketangi, Tegalgondo, Karangploso, pagi kemarin. Uniknya, muncul pesan WhatsApp yang dibagikan di grup Facebook tersebut. Kabarnya, makhluk jadi-jadian, yakni grandong, adalah sosok yang membunuh dan memakan 17 domba.
Dalam grup Facebook Komunitas Peduli Malang, akun Siti Asma membagikan pesan, sekitar pukul 08.49 WIB dan meminta warganet wasdapa dalam menjaga hewan peliharaannya.
“Waspada, pagi-pagi dapat WA dari sahabat. Kambingnya habis, mati dimakan grandong. Lalu saya konfirm pada yang terdekat memang iya. Katanya grandong ini ucul-uculan dari gunung Arjuno, sebelum ini pun juga terjadi di daerah lain. Apa iya ada grandong di jaman sekarang,” kicau Siti.
Sontak saja, tautan dari Siti Asma, yang dilengkapi dengan gambar belasan domba yang sudah mati, membuat warganet heboh. Tak sedikit yang menyebut cerita grandong memakan domba ini hanyalah hoax. Pihak Polsek Karangploso, memastikan kabar mahkluk halus yang mencari korban hewan ini, hanyalah berita bohong.
Sebab, petugas teknis Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Subono  yang datang ke lokasi setelah menerima laporan ini, menduga bukan grandong yang menyerang para domba.
“Kalau dilihat dari luka gigitan yang ada di leher, serta cakaran di paha domba, ini adalah hewan buas, kami duga anjing yang ukurannya cukup besar,” kata Subono kepada wartawan, kemarin.
Dia merinci, anjing liar berukuran besar tersebut, punya tinggi sekitar 50 sentimeter, dilihat dari titik gigitan di tubuh domba. Kapolsek Karangploso, AKP Farid Fathoni, menyebut, pihak Polsek Karangploso masih melakukan penyelidikan.
Dia memulainya dari pemeriksaan kondisi hewan, serta meminta keterangan para saksi. Dia berharap warga semakin awas, dalam menjaga keamanan hewan peliharaannya.
“Kami masih selidiki, kita berasumsi berdasar keterangan yang ada. Kita masih minta informasi dari sejumlah saksi, serta berupaya peningkatan keamanan di lingkungan ini. Kita juga minta, warga punya kandang ternak, untuk meningkatkan keamanan kandang,” sambung Farid.
Andaipun pelaku bukan hewan buasa, Farid menduga pelaku adalah manusia. Meski demikian, pihaknya masih mencari bukti-bukti untuk mencari arah kejelasan kasus ini.  Diketahui, 19 domba yang mati, adalah milik dari Muhammad Efendi, 46 tahun Kepala Dusun Ketangi, desa Tegalgondo, Karangploso.
Sekitar 17 domba mati dengan luka di leher dan paha, sementara dua ekor masih dalam perawatan pihak UPT Dinas Peternakan Kabupaten Malang. Domba-domba itu ditemukan mati sekitar 20 meter dari kandang dengan kondisi mengenaskan.
Salah satu domba, mati dalam kondisi usus terburai. 17 domba ini, dikubur dalam satu lubang. Dua ekor domba yang luka parah, disembelih kemudian, untuk ikut dimakamkan.(fin/jon)

Berita Lainnya :