Fatwa haram Game Battle Royale PUBG


BEBERAPA waktu terakhir kembali ramai di media sosial pembahasan mengenai fatwa haram pada game battle royale PUBG. Dalam informasinya, fatwa itu dikeluarkan sarjana Islam asal Pakistan dan tidak sedikit yang mengabarkan kembali berita tersebut.
Salah satunya di https://news.parhlo.com/pubg-haram-fatwa-issued/ ) Setelah ditelusuri, fatwa tersebut memang benar. Namun, bukan dibuat oleh Sarjana Islam asal Pakistan. Melainkan dibuat oleh Profesor Syariah Islam Universitas Al-Azhar, Dr. Ahmed Karimah.
Selain itu, yang tidak sesuai adalah fatwanya tidak dikeluarkan di tahun ini seperti kebanyakan informasi yang beredar,  tetapi sejak Oktober 2018 lalu.  Alasan Ahmed membuat fatwa haram pada game PUBG.
Dikarenakan game tersebut membuat penggunanya menjadi adiktif."As long as something leads to something haram, then it’s haram (selama itu mengarahkan kepada sesuatu yang haram, maka itu tetap haram)," ucapnya.
Selain itu, ketua Komite Fatwa Sulaymaniyah, Irak, Irfan Rasheed berencana memblokir game tersebut di negaranya. Sebab, game tersebut dianggap terlalu populer di negaranya, dan sedang dipertimbangkan lebih lanjut.
“Kami belum tahu apakah itu akan dilarang secara agama atau tidak. Namun, setiap aktivitas tanpa aturan yang mempengaruhi kehidupan sosial, profesi, pendidikan, atau dapat menyia-nyiakan waktu seseorang, akan ditetapkan Haram (dilarang oleh aturan Islam),” jelasnya.
Dia menjelaskan, tidak berlebihan mengenai larangan PUBG tersebut. “Akan baik-baik saja jika seseorang memainkan game selama sekitar 20 menit sehari, tetapi akan terlarang jika seseorang mengalokasikan sebagian besar waktu mereka untuk bermain game,” tambah dia.
“Apalagi lalu mengarah ke ketegangan sosial dengan orang lain,” terangnya. Mengenai informasi tersebut, juga menjadi perdebatan di beberapa grup seperti Facebook. Di akun Indonesia Hoaxes, 250 lebih komentar membicarakan mengenai vitalnya berita tersebut. (ley/mar)

Berita Lainnya :