Hoax Anggota TNI Meninggal Karena Cacar Monyet


MALANG - Beberapa hari belakangan, tersiar kabar anggota TNI AD meninggal lantara penyakit cacar monyet. Kabar ini tersebar di grup WhatsApp (WA) dan media sosial. Namun setelah ditelusuri, ternyata kabar yang beredar tersebut tidak benar alias hoax.
Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Anung Sugihantono mengatakan, bahwa informasi itu tidak benar. Kabar yang menyatakan meninggalnya seorang anggota TNI di RSPAD Gatot Soebroto lantaran penyakit cacar monyet, adalah berita bohong dan tidak benar.
"Hoaks! Jangan lagi disebarkan," ungkap Anung saat dikonfirmasi.
Ia pun menyatakan bahwa pihak RSPAD Gatot Soebroto juga berencana untuk melaporkan penyebar isu hoax tersebut ke pihak kepolisian. "RSPAD sedang melacak dan mempertimbangkan laporkan ke polisi," ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto juga mengatakan bahwa kabar tersebut merupakan berita bohong alias hoax. "Hoaks itu," singkat Terawan.
Sebagai informasi, cacar monyet atau monkeypox merupakan virus zoonoses yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya (yang disebut terakhir kasus sangat jarang terjadi). Penyakit ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1958 di Republik Demokratik Kongo.
Namun, penyebaran kasus secara sporadik pada manusia baru terjadi tahun 1970 di beberapa negara Afrika, seperti Republik Demokratik Kongo, Kongo, Kamerun, Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leon, Gabon, dan Sudan.
Hingga sekarang, penyakit ini masih terus terjadi di berbagai belahan dunia. Kasus terbaru terjadi di Singapura pada 8 Mei 2019 lalu.
Kabar Hoax anggota TNI terkait  seorang personel dari Kodim 0410/KBL yang bertugas menjadi Babinsa di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Selatan, bernama Serda Supran Sida. Melalui jaringan medsos, antara lain grup WA, dikabarkan ia meninggal dunia karena terkena cacar monyet.
Yang bersangkutan memang meninggal dunia dan sudah dimakamkan di kampung halamannya yang terletak di Krui, Pesisir Barat, Sabtu (18/5) kemarin. Namun bukan karena cacar monyet. Penerangan Korem 043/Gatam dalam rilisnya menyatakan bahwa almarhum meninggal dunia dengan diagnosis sakit Anemia akibat Epistaksus dan riwayat TBC.
“Almarhum memang sebelumnya telah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUADM) karena epistaksis (hidung berdarah) selama satu minggu dengan penanganan transfusi darah."
"Selanjutnya baru dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada Kamis (16/5) lalu,” ujar Kepala Penerangan Korem 043/Gatam (Kapenrem) Mayor Czi I Made Arimbawa.(agp/lim)

Berita Lainnya :