Hoax, BIN Deskreditkan TNI dan Polri


Beredar informasi di media sosial terkait mobilitas personel BIN dan upaya pendeskreditan netralitas TNI oleh Polri dan BIN manjadi perhatian nitizen di dunia maya. Informasi tersebut beradar di tengah-tengah proses sengkata Pemilu 2019.  Informasi yang beredar tersebut memiliki narasi sebagai berikut:

“Kepada Yth : Kabais
CC Direktur D
Dari : Dansatgas Waspada BAIS TNI
Perihal : Mobilitas personel BIN dan upaya pendeskreditan netralitas TNI oleh Polri dan BIN.

1. Data.
a. Transkrip percakapan antara Kabaintelkam Polri Komjen Unggung Cahyono dan Kabin Jendral Pol (Purn) Budi Gunawan. Sbb :
Kabaintelkam : “Ijin bang ini ada 2 anggota BIN dari TNI lengkap dengan surat tugasnya kenapa bisa di KPU? Nanti saya lampirkan foto surat tugasnya.”
Kabin : “Kamu tenang saja, semua Anggota BIN yang dari TNI bisa saya kendalikan.”
Kabaintelkam : “Tapi ini membahayakan kegiatan Polri dalam mendukung 01 dan visi Kapolri utk wujudkan democratic policing!”
Kabin ” Sudahlah sebentar lagi saya telpon Kapolri, toh kalo itu terbongkar covernya, yg tersudut TNI bukan Polri.”
b. Surat Tugas BIN dan RH anggota BIN dari TNI (terlampir).

2. Fakta.
a. Transkrip percakapan merupakan hasil penyadapan Tim inteltek tanggal 11 Pebruari 2019 pukul 19:43.
b. Surat penugasan tersebut adalah asli dari Sestama BIN.
c. Anggota BIN yang dimaksud adalah benar personel TNI AL dan AD yg direkrut tahun 2016.
3. Analisa
a. Adanya mobilisasi personel BIN yg berasal dari TNI di KPU untuk memenangkan salah satu calon dapat menggiring opini TNI pada posisi tidak netral.
b. Terdapat instruksi dari pimpinan Polri untuk memenangkan salah satu calon yakni 01.
c. Terdapat upaya2 Polri untuk mewujudkan democratic policing secara masif yg dilakukan personel polri aktif maupun yang berada di lembaga di luar Polri seperti BIN, BNPT dan BSSN.

Dansatgas Waspada
Kolonel Inf Ahmad Dimyati, S.H.”

Diketahui, informasi itu diunggah oleh akun facebook bernama Chris Komari. Menanggapi hal tersebut melalui akun terverifikasi milik Pusat Penerangan TNI menyatakan informasi tersebut adalah informasi hoax.
“Selamat malam.. Lagi2 beredar berita HOAX yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Buat #sobatpuspen jangan mudah percaya apalagi terpengaruh dgn berita spt di atas.” tegas akun @puspentni.(eri/lim)