Hoax Kebangkitan PKI Dominan di Medsos


 
DIREKTUR Politica Wave Jose Rizal mengatakan jenis berita palsu (hoax) yang paling banyak beredar di media sosial sepanjang Agustus-Desember 2017 adalah yang terkait isu kebangkitan PKI. Merujuk dari data PoliticaWave, jumlah hoax yang beredar di media sosial terkait isu kebangkitan PKI mencapai lebih dari 200 ribu atau 95,3 persen. 
“Isu kebangkitan PKI paling dominan dibanding isu lain,” ucap Jose, dalam acara diskusi yang dihelat di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Jumat (9/2).
Jose mengutarakan survei dilakukan lewat pemantauan melalui Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan beberapa situs serta media sosial lain. Dari hasil survei, selain isu kebangkitan PKI, ada kabar bohong lain yang beredar di medsos.
Yakni  isu pemerintah anti-Islam (2,3 persen), isu CEO Traveloka walkout (1,1 persen), isu tenaga kerja Cina (0,7 persen), dan isu Sandiaga Uno terobos jalur busway (0,5 persen). Jose menjelaskan hoax umumnya diunggah pertama kali oleh akun anonim. 
Setelah itu, akun asli mulai ikut menyebarkan konten hoax tersebut yang akhirnya menyebar luas hingga dipercaya masyarakat. Jose lalu mengatakan bahwa fenomena peredaran hoax di Indonesia baru terjadi saat Pilkada DKI Jakarta 2012 yang dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.
Sebelum itu, hoax tidak beredar di media sosial di Indonesia atau cenderung sangat sedikit.
"Sebelum 2012 nyaris enggak ada hoax. Kita pantau Pilkada DKI 2012, kita kaget. Padahal sebelumnya enggak ada," ungkap Jose.
Atas dasar surveinya itu, Jose lalu bersumsi bahwa politik yang memantik munculnya fenomena peredaran hoax di media sosial. Sebelumnya, isu kebangkitan PKI sempat viral di seputar peringatan Hari Kesaktian Pancasila. (cni/mar)

Berita Lainnya :