Hoax, SIM Kolektif Tanpa Tes

MALANG – Sebuah informasi hoax menyebar di media sosial Facebook. Dikabarkan, Satlantas Polres Situbondo, menggelar pembuatan SIM kolektif, pada Sabtu 23 Februari 2019. Yang bikin heboh, warga hanya perlu datang, foto dan tanpa ada tes. Lokasi pelaksanaan tes adalah Alun-Alun Situbondo.
Demi memperlihatkan informasi seakan benar-benar asli, penyebar info menyertakan persyaratan. Seperti, fotokopi KTP, resi KTP sementara bersama Kartu Keluarga, Surat Keterangan Sehat Puskesmas serta surat keterangan Kelurahan-Kecamatan setempat. Biaya pembuatan SIM, juga dicantumkan.
Yakni, SIM B, Rp 190 ribu, SIM A Rp 150 ribu dan SIM C Rp 90 ribu. Pembuatan SIM seperti ini berlaku untuk semua warga negara Indonesia di Situbondo. Namun demikian, Pihak kepolisian Republik Indonesia sudah memastikan bahwa informasi tersebut sangat salah alias hoax.

Subbag Humas Polres Situbondo juga mengategorikan informasi ini sebagai hoax.

Hal ini juga ditegaskan pula oleh Kasubbag Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni. Menurut Heni, sapaan akrabnya, pihak kepolisian kini sedang memburu pelaku yang menyebarkan informasi hoax ini.
“Sedang dalam proses lidik,” katanya. Dia mengingatkan masyarakat, agar tidak mudah termakan informasi yang bertebaran di media sosial. Dia mengimbau warga untuk melakukan cek ricek serta konfirmasi validitas informasi di media mainstream atau aparat yang berwenang. Dalam kasus SIM kolektif ini, Heni meminta warga mencari informasi dari Satlantas secara langsung.
Dia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memerangi hoax. “Jangan mudah percaya informasi di media sosial, sampai ada konfirmasi resmi media mainstream yang bisa mempertanggungjawabkan isi beritanya, atau konfirmasi langsung pihak berwenang,” tutupnya.(fin/lim)

Berita Lainnya :