Hoax, Video Laka Singosari


MALANG - Sebuah video kecelakaan melibatkan dua kendaraan yaitu motor dan mobil ELF viral di media sosial. Video tersebut menyebar tak hanya di Facebook, tapi juga di grup WhatsApp. Dimana terlihat dari tayangan video tersebut, empat orang tergeletak di jalan raya. Tiga diantaranya merupakan anak-anak. Diduga empat orang dalam video tersebut adalah pengendara motor, yang terjatuh akibat diseruduk ELF.
Tampak warga panik, dan langsung memberikan pertolongan. Bayi yang tergeletak diangkat lebih dulu. Sementara warga lainnya juga berusaha mengalihkan motor yang menindih tubuh salah satu korban.
Menurut keterangan dari video berdurasi 25 detik ini disebutkan kecelakaan terjadi di wilayah Singosari. "Kecelakaan Singosari," tulis salah satu penghuni grup WhatsApp dengan nomor telepon 08967321XXXX.
Informasi itupun langsung mendapat tanggapan dari penghuni grup WhatsApp lainnya. Beberapa langsung menuliskan kata Innalillahi Wa inna ilaihi Rojiun. Tak sedikit yang menuliskan kata iba dengan kejadian tersebut, dan mendoakan para korban dalam kondisi selamat.
Kanitlaka Polres Malang Ipda Agus Yulianto saat dikonfirmasi tentang kejadian tersebut menegaskan kejadian itu tidak terjadi di wilayah Singosari ataupun di wilayah hukum Polres Malang lainnya.
"Tidak ada kejadian itu. Itu video dari mana," kata Agus balik mempertanyakan video viral itu.
Dia mengatakan, video itu sudah tersebar beberapa hari terakhir. Dan beberapa orang juga menanyakan kebenaran video tersebut, terutama terkait tempat kejadian. "Kalau dilihat kendaraan yang terlibat semuanya berplat nomor BG. Kendaraan lain yang ada di sekitar TKP juga mayoritas BG. Bisa jadi kecelakaan ini terjadi di luar Jawa. Dan yang pasti bukan di wilayah Singosari," ungkapnya.
Agus mengaku, pihaknya juga melakukan cross cek ke semua jajaran terkait video kecelakaan ini. Dan faktanya, tidak ada kecelakaan seperti yang ada dalam tayangan video tersebut kemarin, ataupun Sabtu (22/6) lalu.
Agus juga mengaku sangat  menyesalkan adanya warga yang menyebarkan video tersebut. Terlebih dengan menuliskan keterangan kejadian di wilayah Singosari.  "Kepada warga kami imbau untuk tidak langsung percaya jika menerima informasi, apalagi yang tidak diketahui kebenarannya," ungkapnya.
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk melakukan konfirmasi lebih dulu kebenaran informasi yang diterima sebelum kemudian menyebarkan informasi tersebut kepada pihak lain. Karena informasi yang tidak tepat, juga berdampak pada keresahan. "Mari sama -sama kita bijak dalam bermedia sosial," tandasnya.(ira/lim)