Ibu-Ibu Jual Narkoba ke Sekolah? Hoax!

 
Tabuh genderang perang Polri melawan hoax masih terus terdengar sampai sekarang. Terbaru, pesan WhatsApp yang beredar di media sosial, berhubungan dengan satuan pemberantas narkotika di tubuh korps Bhayangkara. Pesan ini membuat masyarakat gelisah dan cemas, terutama terhadap kesehatan dan keselamatan putra-putri mereka.
Bagaimana tidak, sebuah pesan WhatsApp menceritakan bahwa ada ibu-ibu yang ternyata pengedar narkoba jenis sabu dan menjualnya kepada anak-anak di sekolah. Cerita ini, tertulis dalam pesan WhatsApp yang juga diterima Malang Post. Seperti kebanyakan pesan, pengirim cerita tersebut menyalin dari grup lain sebelum diteruskan kepada orang lain.
“Kejadian riil nih mom, di Seny Resto (ruko sebelah Bank Permata Kemang Pratama, Bekasi). Selamat pagi ibu-ibu terkasih, sekadar sharing aja, kemarin sore resto saya kedatangan seorang ibu dengan 1 balita. Baru saja dia memesan mie ayam baso dan duduk di meja,” ujar pengirim pesan tersebut.
Menurut cerita dalam pesan WhatsApp ini, ibu-ibu yang memesan mie itu, tiba-tiba didatangi 3 lelaki yang langsung menggeledah tas ibu itu. Dalam cerita ini, disebutkan bahwa ternyata 3 lelaki itu adalah intel narkoba. Ibu itu disebut sebagai pengedar narkoba. Dengan nada seakan bijaksana dan berupaya menyelamatkan orang lain, pengirim pesan menyebut ibu tersebut menjual narkoba ke sekolah-sekolah.
“Yang ingin saya sharingkan di sini, ternyata ibu itu menjual narkoba di lingkungan sekolah, dan targetnya adalah anak-anak kita. Narkoba dibungkus plastik kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam kopi bubuk dan dikemas lagi dalam bungkusan kopi sekali minum plastik sachet,” tambah pengirim pesan, dengan nada menggurui.
Pengirim pesan pun menyatakan, bahwa dia sebagai orang tua mengaku prihatin dengan masa depan anak-anak jika narkoba sudah demikian dekat dengan mereka. Dia juga menyebut, menurut intel narkoba tersebut, target utama yang menjadi sasaran narkoba adalah anak-anak yang merokok.
“Yang kedua anak-anak yang jajan makanan di pinggir jalan. Karena narkoba mereka campur sedikit dengan bumbu penyedap yang dijual murah kepada para pedagang. Jika anak-anak kita sudah mulai ketagihan,  mereka akan mendekat pada anak yang tentunya sudah mereka incar,” terang pengirim pesan itu.
Bahkan, pengirim pesan mengklaim sudah ada sepasang suami istri yang tertangkap mengedarkan narkoba di sekolah-sekolah. Sekilas, informasi tersebut seakan berupaya melindungi warga masyarakat. 
Namun, Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni menegaskan, tidak ada peristiwa intel narkoba menangkap ibu penjual narkoba di sebuah restoran di Bekasi.
“Itu adalah informasi hoax yang menyesatkan. Walaupun seakan mengimbau secara positif, tapi dasar informasinya sudah palsu sehingga tak bisa dibenarkan. Kami mengimbau warga masyarakat untuk hati-hati terhadap semua pesan yang masuk ke hape, jangan mudah percaya,” tutup Marhaeni. (fin/jon)

Berita Lainnya :