Isi Baterai Saat Benar-benar Habis


Dulu, ketika seseorang membeli handphone baru, kerap kali mendapatkan pesan untuk mengisi baterai sampai penuh dan baru melakukan pengisian baterai saat benar-benar habis. Jika tidak, ketika dilakukan pengisian daya, baterai akan susah penuh sampai 100 persen. Hal tersebut bahkan dipercayai hingga saat ini, ketika sudah pada era smartphone.
"Memang kondisi tersebut pada masa dulu benar. Kalau sekarang, masih banyak yang takut tetapi sudah bukan zamannya lagi," ujar Owner Steven Cell, Wawan Hermawan.
Menurutnya, di era sekarang masih banyak orang bertanya mengenai kebenaran hal tersebut. Namun dia memastikan jika informasi semacam itu, sekarang sudah tidak benar. "Sekarang justru sebaliknya, kalau baterai sampai habis, nol persen, malah memperpendek usia baterai," papar dia.
Ia menjelaskan, bila baterai handphone sekarang yang sering diberi nama smartphone, menggunakan baterai lithium-ion. Karakternya berbeda dengan baterai handphone di era awal 2000-an yang masih berbahan nikel.  
"Mungkin sekarang kalau bahannya nikel, mitos baterai harus kosong baru dicharge ada benarnya. Jika lithium-ion justru salah," terangnya.
Menurut dia baterai dengan bahan nikel, untuk saat ini sudah ketinggalan zaman. Banyak vendor telah meninggalkan penggunaaan baterai jenis tersebut.  
"Jadi sekarang, justru jangan mengisi baterai handphone menunggu baterai kosong alias habis. Jika tidak maka baterai akan cepat drop," pungkas dia. (ley/jon)

Berita Lainnya :