Kresek Hitam Sebabkan Kanker


MALANG - Menjelang Idul Adha 2019, informasi agar masyarakat tidak menggunakan kantong plastik atau kresek berwarna hitam, menyebar di media sosial. Informasi itu diklaim berasal dari Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Institute Pertanian Bogor, Yusuf Ridwan.
Dalam pesan yang tersebar, Yusuf Ridwan menyebutkan bahwa tas kresek berwarna hitam mengandung zat pewarna yang bisa tercampur dengan daging dan diduga mengandung zat karsinogen yang bisa menyebabkan kanker.
Dari pencarian di website Institut Pertanian Bogor, nama Yusuf Ridwan memang benar tercatat sebagai dosen dan Kepala Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan.
Saat itu Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) sedang mengawasi kesehatan hewan dan daging qurban yang dijual bebas.
Yusuf Ridwan mengatakan, kantong plastik kresek berwarna hitam mengandung zat karsinogen dan zat pewarna yang bisa tercampur dengan daging. Akibat kontaminasi zat ini dapat menyebabkan kanker dalam waktu lama. “Untuk itu, penyebaran daging, lebih baik menggunakan kantong putih atau transparan,” ungkapnya Yusuf Ridwan.
Selain itu, Badan POM RI pernah mengeluarkan peringatan khusus kepada publik tentang bahaya kresek hitam melalui surat edaran Nomor: KH.00.02.1.55.2890 Tanggal: 14 Juli 2009. Tiga hal yang disampaikan BPOM yakni, Pertama, kantong plastik kresek berwarna terutama hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang yang sering digunakan untuk mewadahi makanan.
Kedua, dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat, dll. Dalam proses tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan. Ketiga, jangan menggunakan kantong plastik kresek daur ulang tersebut untuk mewadahi langsung makanan siap santap.(ley/lim)