PNM Tak Pernah Pinjamkan Dana


BEREDAR sebuah pesan yang menginformasikan tawaran pinjaman dana kepada masyarakat dengan mengatasnamakan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM). Informasi tersebut beredar di sejumlah media sosial serta pesan WhatsApp. Namun pesan tersebut bukan berasal dari PT. PNM melainkan dari orang yang tidak bertanggungjawab. Melalui instagram resminya @pnm_persero pun memberikan klarifikasi.
"Sahabat PNM, kembali adanya penipuan yang mengatasnamakan PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) dengan menggunakan nomor 085656206642 dan email dana006@gmail.com, modus penipuan yang menyertakan program Mekaar/UlaMM dengan menawarkan pinjaman sejumlah sejumlah dana kepada calon korban melalui aplikasi pesan singkat dan sosial media," tulis akun resmi PT. PNM, @pnm_persero.
Dalam klarifikasi tersebut juga turut dihimbau kepada masyarakat untuk  selalu berhati-hati dengan segala bentuk penawaran yang mengatasnamakan PNM. Progtam pembiayaan Makaar maupu  UlaMM tidak ditawarkan PNM melalui sosial media ataupun aplikasi pesan singkat. Semua dilaksanakan secara profesional dan sesuai SOP ketentuan yang berlaku.
Apabila terjadi di lingkungan sekitar hendaklah melakukan beberapa langkah yakni meminta menunjukkan ID Card sebagai petugas AO PNM, minta identitas lengkap seperti KTP  dan cocok, minta foto bersama dan simpan, serta dengarkan penjelasan petugas AO mengenai PNM, program dan keterangan terkait.
"Jangan ambil keputusan apapun terkait penawaran tersebut dan kunjungi kantor cabang atau perwakilan PNM terdekat untuk memverifikasi informasi tersebut," lanjut akun tersebut yang diunggah pada 28 Desember lalu. Kepala Bagian Humas PT PNM (Persero) Wijayandaru menegaskan bahwa pesan tersebut bukan berasal dari PT PNM.
"Periode akhir tahun kemarin ada beberapa kasus penipuan terungkap, seperti kasus pinjaman fiktif yang terjadi di Solo. Penipuan ini menggunakan medium digital," ujar Wijayandaru.  Menurut dia, hal yang meyakinkan konsumen hingga tertipu adalah pelaku menggunakan identitas PNM dan landing page menggunakan identitas korporasi PNM.
Modus penipuan ini juga menyertakan program Mekaar atau ULaMM, dan pesan itu berisi penawaran pinjaman sejumlah dana kepada calon korban melalui pesan WhatsApp dan media sosial. "Perlu diketahui, PNM tidak menawarkan program pembiayaan Mekaar maupun ULaMM melalui media sosial atau pesan WhatsApp, Semua dilaksanakan dan sesuai SOP ketentuan yang berlaku," pungkas Wijayandaru. (lin/mar)

Berita Lainnya :