PT. Pos Indonesia Diisukan Bangkrut


MALANG - Belum lama ini, di media sosial, baik Twitter, Facebook hingga WhatsApp grup, beredar informasi bahwa PT Pos Indonesia (Persero) dinyatakan bangkrut. Kabar tersebut menyebut, PT Pos Indonesia (Persero) juga berutang untuk membayar gaji karyawannya.
Hal tersebut tentunya membuat heboh publik dan meresahkan masyarakat. Banyak warganet yang mempertanyakan terkait kebenaran kabar tersebut.
Namun, setelah ditelusuri, kabar tersebut tidak sepenuhnya benar alias hoax. Sekretaris Perusahaan PT Pos Indonesia Benny Otoyo menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ia menyebut, tidak ada perusahaan yang tidak memerlukan working capital. "Kami perlu modal kerja untuk mendanai operasi, mendanai tagihan, dan lain-lain. Modal kerja itu dipinjam dari bank," kata Benny.
Menurutnya, pinjaman tersebut memiliki sistem unpledged, yakni tidak ada aset yang diagunkan. Sementara, untuk urusan pembayaran gaji, masuk dalam dalam biaya operasi. Tapi, bukan berarti pinjam uang untuk bayar gaji. "Intinya, tidak akan ada bank yang mau memberi pinjaman untuk tujuan bayar gaji," lanjut dia.
Benny menjelaskan, saat ini perputaran uang di PT Pos Indonesia (Persero) rata-rata mencapai Rp 20 triliun per bulan, yang diperoleh dari layanan jasa keuangan yang diberikan. "Jadi, tidak benar kalau PT Pos Indonesia (Persero) bangkrut," tegas dia.
Menurutnya, isu bangkrutnya PT Pos Indonesia merupakan pendiskreditan tanpa data. Bahkan, ia menguraikan sejumlah fakta seperti rating perusahaan A-, rating medium term notes atau MTN A-, dan semua utang berjalan lancar. "Hak karyawan tidak tertunda. Kenaikan gaji karena cost of living adjustment terus diterapkan," papar dia.
Benny mengklaim, seluruh aset tidak ada yang diagunkan dan dalam kendali penuh pihaknya. "Krediturnya bank pemerintah dan bank asing terkemuka di dunia," kata dia.
Sedangkan untuk pendapatan yang bersumber dari APBN (PSO, fee distribusi meterai, fee penerimaan setoran pajak, jasa kurir surat dinas) mencapai rata-rata sekitar Rp 800-an milIar per tahun.(tea/lim)