Putih Telur Sembuhkan Luka Bakar


MALANG - Beberapa waktu belakangan, di berbagai media sosial, baik facebook maupun WhatsApp Group, beredar informasi yang menghebohkan publik. Dalam pesan singkat tersebut, beredar informasi kesehatan di media sosial mengenai cara mengobati luka bakar dengan putih telur.
Dalam informasi tersebut dijelaskan bahwa cara tersebut telah digunakan dalam pelatihan khusus untuk petugas pemadam kebakaran. Caranya, bagian yang terkena luka bakar diberi air yang mengalir. Ketika rasa panas mulai mereda, oleskan putih telur di atas luka. Cara tersebut dinilai ampuh lantaran putih telur merupakan collagen alamiah.
Informasi tersebut sempat membuat resah masyarakat. Setelah ditelusuri, hal tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar alias hoax. Melalui situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dijelaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan menyesatkan.
Penggunaan putih telur dalam pengobatan luka bakar tidak direkomendasikan oleh ahli kesehatan dan dapat menyebabkan infeksi pada korban. Selain itu, tidak ada informasi kredibel tentang pelatihan penggunaan putih telur sebagai obat luka bakar bagi petugas pemadam kebakaran. Para petugas kebakaran dan petugas medis dilatih untuk menggunakan air dingin mengalir dalam pertolongan pertama pada luka bakar untuk kemudian ditutupi dengan kain bersih.
Bukannya menyembuhkan luka, putih telur yang belum matang berbahaya jika diaplikasikan pada luka bakar. Faktanya, putih telur akan membuat bakteri pada luka menyebar dan membuat luka semakin parah.
Dokter spesialis bedah plastik, dr Aryanto Habibie, SpBP-RE, menambahkan, saat seseorang mengalami luka bakar, banyak yang salah kaprah dalam penanganan pengobatannya. Seperti mengoleskan odol hingga putih telur. Hal tersebut justru akan memperparah keadaan. “Banyak kasus pasien luka bakar tingkat lanjut yang justru berawal dari luka bakar ringan yang disepelekan ataupun tidak ditangani dengan tepat,” kata dia.
Menurutnya, saat seseorang terkena luka bakar, harus ditangani dengan beberapa proses. Yakni diredakan dengan ice gel atau diberi kucuran air yang mengalir. Setelah itu, pasien juga bisa mengoleskan sesuatu yang mengandung moisturizer yang lembut untuk mempercepat regenerasi jaringan-jaringan sebagai proses penyembuhan. "Apa pun yang dioleskan tetapi tidak melakukan proses penyembuhan dan jika tidak steril dapat memperbesar luka dan mendapatkan infeksi," kata dia.
Dia menambahkan, penanganan awal yang tepat dapat memengaruhi hasil akhir dari luka, yakni meninggalkan bekas atau tidak. "Nanti itu akan menentukan sembuh dengan baik atau tidak. Kalau awal lukanya mengering hasil akhirnya nanti bisa jadi trademark atau keloid. Luka bakar yang baik adalah yang moist untuk mencapai penyembuhan yang baik. Ini harus diperhatikan, karena dapat memengaruhi, kualitas hidupnya akan terganggu, kalau cacat dibawa sampai besar," lanjut dia.(tea/lim)