Waspada Pesan Berantai via WA


BEBERAPA waktu ini beredar berbagai informasi yang isinya memperingatkan warga agar berhati-hati dengan adanya tamu misterius yang bertandang ke rumahnya. Ada beragam pesan WhatsApp (WA) yang berkembang dari gadget satu ke yang lain.
Seperti pesan WA satu ini: "Assalamu'alaikum ibu.. ibu beritahu kalau ada yang kerumah.. pakai baju memakai lambang di dada cowok 2 orang datang mengatasnamakan peduli bekasi banjir jati asih. Jangan bukain pintu di kota Batu sudah ada yang dihipnotis.. lagi keliling sekarang,".
Pesan WA ini berpindah dari satu HP ke HP yang lain, rata-rata pesan WA beredar dari HP kalangan ibu-ibu. Tentu saja, informasi ini membuat resah ibu-ibu, mereka menjadi was-was, khawatir jika hal itu terjadi pada mereka.
Pesan WA lain yang berkembang adalah  seperti ini: "Mohon diinfokan ke warga, bila dijalan di kantor atau di rumah ada orang/sales yang menawarkan produk daun teh Tiek Kwan Im atau produk lain sejenis daun teh dari China, bila diminta untuk menghirup wanginya suruh yang menjualnya terlebih dahulu menciumnya, jangan coba-coba menghirupnya”.
“Karena di dalamnya terdapat obat bius, begitu dihirup bisa langsung tak sadarkan diri, tolong disebarkan BC ini ke saudara, teman-teman maupun warga di sekitar kita untuk waspada, modus perampokan menggunakan obat bius,” begitu bunyi pesan tersebut.
Meskipun pesan WA ini cukup lama beredar, namun hal ini cukup membuat warga masyarakat terpancing, hingga mereka was-was bila ada orang yang ciri-cirinya sama seperti itu.  
Kasubbag Humas Polres Batu, AKP Supriyadi ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan bisa jadi pesan tersebut adalah hoax, karena tidak ada laporan terkait dengan beberapa kejadian seperti yang diinformasikan dalam broadcast tersebut.
"Belum ada informasi yang masuk ke humas terkait masalah itu," ujarnya. Terlebih ada beberapa kejanggalan dari pesan yang berkembang tersebut, seperti menyebut bencana alam di Bekasi, namun sampai mencari bantuan hingga di Kota Batu.
Meski informasi yang berkembang tersebut masih belum diketahui kebenarannya, Supriyadi mengatakan ada baiknya, pesan tersebut tetap digunakan sebagai pengingat, agar tetap waspada.  "Kalau ada yang mencurigakan segera hubungi polisi," ujarnya. (dan/mar)

Berita Lainnya :