Hoax, Tes Kehamilan Dengan Pasta Gigi !!

Baru-baru ini banyak beredar kabar di kalangan ibu-ibu atau dunia parenting mengenai tes kehamilan dengan menggunakan pasta gigi.

Hoax Pengajuan Usulan Kuota Formasi CPNS

BELAKANGAN beredar surat pengumuman pelaksanaan usulan formasi tambahan CPNS tahun 2018. Beberapa minggu ini kabar ini banyak tersebar di seluruh platform sosial media. Nyatanya hal ini hoax belaka. Alias tidak benar. 
Informasi beruoa surat ini berisi perihal Petunjuk Pelaksanaan Pengajuan usulan penggunaan sisa kuota formasi cpns tahun 2018 pd setiap instansi pusat dan daerah. Surat ini ditujukan pada seluruh kepala biro kepegawaian, instansi pusat dan seluruh kepala BKD daerah dan provinsi.
Isinya sebagai berikut: Mempertimbangkan dasar adanya surat edaran Menpan RB nomor 27 tentang petunjuk pengajuan usulan penggunaan sisa formasi pada seleksi CPNS tahun anggaran 2018 di seluruh instansi pusat maupun instansi daerah atau provinsi di seluruh Indonesia.
Maka dengan ini kami memberikan petunjuk pelaksanaan pengajuan usulan penggunaan sisa kuota formasi CPNS tahun anggaran 2018 tas di instansi pusat maupun daerah sebagai berikut: 
Pertama pengajuan usulan jumlah formasi yang dipergunakan paling lambat pada tanggal 28 Januari 2019. Kedua usulan yang kami terima haruslah disertai dengan alasan penggunaan pada masing-masing formasi jabatan. 
Ketiga usulan pengisian nama CPNS pada masing-masing formasi jabatan yang akan digunakan dengan sisa formasi ini haruslah mendapatkan persetujuan dari Panselnas BKN. Keempat pengisian formasi CPNS pada jalur siswa farmasi di seluruh instansi pusat maupun daerah haruslah memperhatikan hasil nilai seleksi CPNS tersebut berikut juga dengan posisi rankingnya. 
Dan kelima hasil persetujuan Panselnas BKN pada setiap usulan nama CPNS dalam program ini bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat tertanda Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Wibisana.
Akun resmi BKN menyatakan bahwa informasi ini tidak bersumber dari mereka. Secara resmi BKN melalui seluruh akum medsos mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai informasi ini. (ica/mar)

Berita Lainnya :