Dukung Kemajuan Industri Sound System


 
MALANG – Usai deklarasi yang digelar di Loading Lounge, Rabu (20/12) malam, Malang Sound Community (MSC) langsung merapatkan barisan. Berbagai program untuk tahun 2018 mereka siapkan guna memantapkan langkah dan menjaga kesolidan demi kemajuan industri sound system di Malang.
Ketua MSC, Zam Zam Damayanto mengatakan, saat ini tercatat sudah ada 150 anggota yang bergabung dengan MSC. Pihaknya tidak berpuas diri dengan jumlah tersebut. Oleh karena itu, masa rekruitmen anggota baru masih terus dibuka.
“Tahun ini kami fokus untuk melakukan rekruitmen anggota baru. Kami terbuka untuk pengusaha rental, penggiat, pelaku serta penggemar profesional audio. Sedangkan di tahun 2018 mendatang, kami lebih fokus pada pemrograman giat MSC sendiri,” ujar pria yang akrab disapa Yanto ini pada Malang Post usai deklarasi.
Deklarasi yang dlakukan ini sendiri merupakan pondasi atas eksistensi MSC.
“Bisa dianggap sebagai legalitas, karena jika MSC sudah legal maka kami pasti siap mengembangkan sayap di Kota Malang,” imbuh Yanto.
Pasca deklarasi, ia berharap seluruh anggota bisa semakin solid. Tali silaturahmi juga bisa terjalin lebih kuat sehingga bisa semakin memantapkan langkah bisnis. Keberadaan MSC ini diharapkan juga menumbuhkan semangat berkompetisi yang sehat dan saling membantu antar sesama pelaku bisnis di bidang industri sound system. 
“Masyarakat di Malang tidak perlu lagi mencari sound system dari luar kota. Sebab anggota MSC menyediakan sound system dengan berbagai spesifikasi. Kami di sini akan saling mendukung. Jika ada yang kekurangan kebutuhan sound, akan disupport oleh anggota yang memiliki spesifikasi tersebut. Persaingan dan kompetisi yang sehat akan terjalin,” sambungnya. 
Sementara itu, melalui komunitas ini, setiap anggota juga bisa melakukan tukar menukar ilmu untuk meng-upgrade wawasan mereka seputar teknologi sound system.
“Dari sharing masing-masing anggota inilah akan membuat kualitas sound system di Kota Malang akan menjadi lebih baik dari hari ke hari dan tidak kalah dengan yang dimiliki oleh pengusaha luar kota,” pungkas Yanto. (mg1/nda) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :