HUT ke-2 Komunitas Cinta Berkain Malang Raya, Dihibur Fragmentari Super Lucu


MALANG - HUT ke-2 Komunitas Cinta Berkain Indonesia Malang Raya (KCBI MR) kemarin berlangsung meriah. Tak sekadar diisi dengan acara seremonial, tapi tamu undangan juga dihibur dengan beragam hiburan. Salah satunya adalah fragmentari yang dimainkan ibu-ibu anggota KCBI Malang Raya dengan sangat apik, lucu dan menghibur.
“Kami ingin memberikan hiburan yang berbeda. Fragmentari ini tak sekadar menyimpan pesan, tapi juga keanekaragaman budaya Indonesia,” kata ketua panitia HUT ke 2 KCBI MR Rizka Hidayat.
Fragmentari dimainkan oleh 17 orang. Mereka tak sekadar menari, tapi juga beradu akting sesuai cerita yang dibawakan. “Judulnya adalah Joko Kendil,” kata Rizka.
Joko Kendil merupakan cerita rakyat, berkisah tentang seorang adipati yang memiliki tujuh anak perempuan. Suatu ketika, mereka main ke sumber air dan mandi di sana. Sementara di situ, Joko Kendil sedang tidur.
Setelah puas main dan mandi, mereka pun berkemas. Tapi sial, Purbosari, anak perempuan paling muda kehilangan kalung. Bukannya membantu mencari, enam kakak peremuan Purbosari justru meninggalkannya di sumber air tersebut.
Sekalipun merasa takut, Purbosari terus mencari kalung yang merupakan pemberian orangtuanya. Di saat bingung mencari, Purbosari pun membuat sayembara. Bagi yang menemukan kalungnya, jika perempuan akan dijadikan sebagai saudara, bila pria akan dijadikan sebagai suami.
Seketika itulah, Joko Kendil bangun dan tertarik mengikuti sayembara tersebut. Dia langsung menunjukkan kalung milik Purbosari yang sejak awal telah disembunyikan. Purbosari pun kaget. Apalagi saat itu pria yang menemukan kalungnya berwajah buruk, jelek dan gendut. Tapi karena sudah berikrar, Purbosari tetap tak menolak Joko Kendil. Bahkan, dia langsung membawa Joko Kendil pulang untuk dikenalkan kepada orangtuanya. Sang ayah pun kaget, dengan niat Purbosari yang mau menikah dengan pria buruk rupa.
“Waduh, todik tongpes,” kata sang Adipati yang kemudian disambut gelak tawa para tamu undangan. Ya, undangan tertawa, lantaran kata todik tongpes ini, tak ada dalam naskah. Bahasa Madura itu berarti kesialan.
Seluruh anggota KCBI Malang Raya termasuk Ketua Umum KCBI Malang Raya Dewanti Rumpoko juga tertawa lepas saat sang adipati yang diperankan oleh Rin Bustami ini, melontarkan bahasa-bahasa gaul.  Dewanti yang sangat menikmati penampilan fragmentari ini tak segan memberikan aplaus kepada seluruh pemain.
Usai tampil, Wali Kota Batu ini juga langsung menyalami seluruh pemain. Dari raut wajahnya, terlihat Dewanti sangat puas dengan performance seluruh pemain. Bersama Rizka Hidayat dan Pemred Malang Post Dewi Yuhana, Dewanti pun foto bersama dengan para pemain.
Selain fragmentari, hiburan lain adalah paduan suara. Dimana para anggota KCBI Malang Raya yang sudah dilatih menyanyi dengan merdu. Aksi para anggota ini juga mendapat apresiasi Dewanti Rumpoko. Ibu tiga anak ini juga mengatakan, paduan suara dari anggota KCBI Malang Raya kelasnya sudah setara dengan taraf internasional.
HUT ke 2 KCBI MR kemarin mengusung tema Melestarikan Keberagaman Nuansa Keindahan Budaya Indonesia. “Melalui tema ini, kita terus melestarikan budaya Indonesia,” kata Rizka.
Sementara itu Dewanti Rumpoko dalam sambutannya berpesan kepada seluruh anggota KCBI MR untuk menyosialisasikan penggunaan kain kepada masyarakat, terutama perempuan. Kain menurut Dewanti merupakan simbol keanggunan, dimana telah digunakan sejak zaman nenek moyang.
“Momen ini harus dimanfaatkan anggota untuk lebih mencintau kain sebagai busana sehari-hari,” ungkapnya. Tak lupa kepada anggota juga, Dewanti berpesan agar mereka mengenalkan kain yang menjadi daerah khasnya, untuk dikenakan. “Yang saya pakai sekarang ini karya dari Olive Batik,” katanya.
Dewanti juga mengatakan, keberadaan KCBI merupakan salah satu upaya menangkal arus modernisasi dari luar, khususnya dalam hal berbusana. Sementara itu, event yang digelar mulai pukul 09.30 ini tak hanya dihadiri oleh anggota dan pengurus KCBI MR, tapi juga dihadiri oleh pengurus KCBI Pusat dan pengurus KCBI beberapa daerah. Di antaranya KCBI Bogor, KCBI Surabaya, KCBI Bali dan lainnya. Mereka yang hadir pun melakukan tukar menukar cinderamata. Di puncak acara, seluruh anggota antusias mengikuti undian doorprize yang hadiah utamanya berupa TV 32 inch dipersembahkan Malang Post. (ira/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :