Setia Lestarikan Alam, Komitmen Misi Kemanusiaan



TERBENTUK  41 tahun lalu di Kepanjen, komunitas pencinta alam Glorious Adventurer and Mountaineer (Glamour) terus berkarya. Selain menjadi wadah berkumpul para pencinta alam, Glamour setia melestarikan alam. Selain itu melakukan kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam.

Glamour terbentuk pada 9 Oktober 1976 lalu. Awalnya dipimpin Handonowarih yang  akrab dipanggil Donny pada tahun 1976-1978.  Dengan berbagai keterbatasan dan kesederhanaan, komunitas ini telah melewati banyak tantangan dan hambatan.
Sebagai wadah berkumpul untuk kegiatan pencinta alam, Glamour memiliki beragam kegiatan. Di antaranya arung jeram, panjat tebing, mendaki gunung, kamping, menjelajah gua dan melakukan kegiatan petualangan di alam dan pantai.
“Komunitas ini memang lahir dari kecintaan terhadap alam dan petualang. Maka dari itu, kegiatannya memang banyak di alam dan bersifat adventure,” ujar Senior Glamour, Helmi Kurnia, kepada Malang Post, kemarin.

Dia menjelaskan, aktivitas ini membuat Glamour dipercaya menjadi rekanan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Jatim. Sehingga, Glamour berkewajiban untuk menjembatani proyek-proyek penelitian kualitas air.
“Dalam menjalankan aktivitas, kami memang mengutamakan pelestarian alam. Sehingga, saat berpetualang, kami juga melakukan bersih-bersih sampah, bersih-bersih sungai, hingga melakukan penanaman pohon,” terang pria ramah ini.
Kini aktivitas Glamour terus berlanjut. Seiring bertambahnya usia komunitas ini, maka semakin berpengalaman dalam bidang pencita alam. Karena itu banyak pencinta alam yang bergabung di Glamour. Saat ini anggotanya mencapai 250 orang.
“Untuk masuk komunitas ini tidak serta merta bergabung begitu saja. Melainkan harus melalui proses diklatsar,” katanya. Diklatsar itu, lanjut dia, dilakukan di dalam dan di luar ruangan. Diklatsar  untuk memberikan pelatihan serta pembekalan bagi para anggota sebelum bergabung dalam komunitas.  
Diklatsar  yang harus dilalui calon anggota Glamour sebagai pembekalan untuk menjalankan berbagai misi komunitas. Termasuk misi kemanusiaan. Lantaran komunitas ini memang aktif dalam misi kemanusiaan dan menanggulangi bencana. Termasuk mencari orang hilang di gunung, hutan dan sungai yang biasa terjadi di wilayah Kabupaten Malang. (big/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :