Bayar Ikannya Tapi Gratis Nasi dan Sambalnya


BAGI pecinta kuliner yang doyan ikan bakar, tidak perlu jauh-jauh hanya untuk makan. Di Pondok Sekeco, Jalan Sukolilo, Jabung sajian ikan bakar dapat ditemukan. Tak hanya ikan air tawar. Di pondok sederhana ini, pengunjung juga dapat menikmati ikan laut bakar.
Khoirul Yaqin, pemilik Pondok Sekeco mengatakan sedia berbagai ikan bakar seperti jenis tuna, tongkol, baronang, kakap dan beberapa lagi. Sedangkan untuk ikan tawar, ia juga menjual gurami, lele ataupun mujair.
Bapak satu anak ini menyebutkan ikan bakar Pondok Sekeco berbeda dengan warung ikan bakar lain. Selain ikan yang dibakar adalah ikan-ikan pilihan, bumbu yang digunakan  juga pilihan. Dia selalu belanja dan memilih ikan di pasar sendiri.
“Saya pilih ikannya yang segar,” kata pria 50 tahun ini yang sudah setahun ini menjalankan bisnis itu.  Khoirul dibantu oleh Winarmi, istrinya. Tapi untuk meracik ikan bakar, dialah yang melakukan. Mulai dari memoles ikan dengan bumbu hingga membakarnya.
Saat membakar ikan, Khoirul memilih memakai kipas biasa. Inginnya agar ikan bakar tak berubah rasa. Membakar secara manual, menurut pria ini, akan membuat kematangan daging pada ikan semakin sempurna.
Termasuk bumbu yang dioles pun akan terserap. Yang membuat menu itu spesial karena disajikan dengan sambal spesial juga. Ada tiga sambal yang akan menemani setiap menunya. Yaitu sambal mata, sambal terasi, sambal colo-colo.
Pengunjung juga bisa meminta sambal kecap dan Khoirul pun langsung membuatkannya dengan cepat. Lalu bagaimana dengan harganya? Tak perlu khawatir. Meskipun datang ke pondok ini bersama rombongan, dijamin tidak akan menguras kantong.
Harga setiap menunya merakyat. Ikan laut contohnya dijual dengan harga mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu. Sedang ikan air tawar dipatok mulai dari harga Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Dan yang menarik, pengunjung hanya membayar ikannya saja.
Sementara untuk nasi, lalapan sayur dan sambal gratis. Selain ikan bakar, pilihan lain adalah ayam bakar, dan beber bakar. Jadi pelanggan yang alergi makan ikan bisa memilih menu lainnya. Dia mengaku membuka warung untuk menyambung hidup usai pensiun dari dunia perhotelan. (ira/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :