Coffee Bang Pace Malang, Vietnam Drip Disukai karena Bebas Ampas


MALANG - Aceh Gayo dan Arabika Dampit tak pernah sepi penikmat di Coffee Bang Pace Malang. Dua jenis tersebut sering kali pengunjung meminta disajikan dengan proses tubruk atau giling kasar. Berdiri kurang lebih dua tahun di jalan Melati Utara Kav. 3, kedai ini telah banyak memiliki customer setia. Pilihan kopi yang bisa dijadikan santapan mengisi waktu luang di antaranya Aceh gayo, arabika Dampit, Bali kintamani, Flores bajawa, Semeru, Arjuna, Kawi, Kelud, Papua Wamena dan Sumatera.
"Selain Aceh gayo dan arabika Dampit, kopi yang paling laku juga robusta dan coffee blend yang diproduksi sendiri dengan rasa sedikit asam," ujar karyawan Coffee Bang Pace Malang, Achadam Hariyono.
Kedai ini menyediakan tiga teknik manual brew yaitu V60, tubruk, dan vietnam drip. Namun Vietnam Drip menjadi teknik penyeduhan yang paling banyak peminatnya lantaran kopi yang dihasilkan lebih bebas ampas.
Harga yang ditawarkan oleh kedai ini kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu, tentu harga yang sangat terjangkau untuk semua kalangan khususnya kawula muda dan pelajar.
"Kami buka mulai jam 10.00 pagi sampai jam 02.00 dini hari, customer kami betah nongkrong di sini karena kami menyediakan fasilitas free Wifi sehingga mayoritas yang datang ngopi sambil main game," ujar Nono, sapaan akrabnya.
Pengunjung yang datang ke Coffee Bang Pace Malang akan disuguhi dengan konsep natural dengan nuansa kayu. Sehingga tak heran apabila customer selalu betah, terlebih tempat ini juga terbilang cukup luas.
"Lantai dua Coffee Bang Pace bisa dijadikan untuk meeting. Kami mengutamakan kepuasan pelanggan, untuk itu hampir tiap hari kedai selalu ramai pengunjung," pungkasnya.(lin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :