Gelato Yummy Lebih Milky


Musim kemarau seperti sekarang ini paling enak kalo menikmati sesuatu yang dingin. Entah itu makan es krim, es campur, es teler atau bahkan segelas es teh. Kerongkongan yang kering langsung adem nyesss….

Ngomongin soal jajanan dingin, nggak hanya es krim, es campur atau es teler aja gengs. Di Malang ada juga loh kedai yang menyajikan gelato. What? Gelato? Jajanan apa lagi tuh?
Bagi sebagian GenZier, gelato memang terdengar asing. Namun bagi GenZier yang hobi kulineran, jajanan ini pasti udah akrab banget. Yap, gelato sendiri adalah kuliner khas Italia. Gelato berarti beku atau es krim. Tapi nggak sama loh dengan es krim biasa yang sering kita nikmatin.
"Dari segi bahan, gelato dan es krim berbeda. Jika es krim lebih banyak menggunakan bahan krim, maka gelato lebih banyak menggunakan susu. Selain susu, ada juga campuran kuning telur, gula dan air kemudian diolah sampai jadi," kata Retsya Dwiany Susilowati, Marketing Bunchbead, salah satu kedai di Malang yang menyajikan aneka gelato.

Karena terbuat dari bahan susu yang sangat melimpah, tekstur gelato pun berbeda dibandingkan dengan es krim. Kalo es krim teksturnya lebih ringan, maka gelato memiliki tekstur yang lebih padat dan liat. “Rasa susu pada gelato juga sangat kuat. Pecinta susu pasti suka deh,” beber gadis yang akrab disapa Echa ini.
Di sisi lain, kandungan lemak pada es krim dan gelato juga berbeda. Es krim mengandung lemak minimal 10 persen. Sedangkan gelato, kandungan lemaknya lebih kecil dari es krim, yakni di bawah 10 persen. Bahkan pada gelato berkualitas tinggi hanya mengandung lemak 1-3 persen saja.
Untuk penyimpanan, suhu lemari es atau kulkas khusus gelato biasanya lebih tinggi. Hal ini berkaitan juga dengan tekstur gelato yang padat dan liat. Jika disimpan pada suhu yang sangat dingin maka tekstur gelato akan mengeras dan tidak elastis lagi. (*/nda)

Berita Terkait

Berita Lainnya :