Kualitas Rasa Jadi Andalan Burger Murder


MALANG – Mencari burger di Malang, bukan hal susah. Ada banyak ragam yang bisa dipilih. Salah satunya Burger Murder yang mengandalkan kualitas rasa baik dari roti dan daging isian yang fresh.
Vindy Vinda Asmara, Owner Burger Murder Sawojajar mengatakan, Burger Murder disukai karena rasa. Roti yang buatan sendiri, terasa lembut dan fresh. Begitu pula untuk daging di dalam tumpukan burger, terasa tebal dan juga empuk.
"Tampilan dan nama boleh seram, tetapi rasanya lembut dan enak. Yang pasti bersahabat bagi siapapun yang memakannya," ujarnya.
Burger Murder memang tampil menyeramkan seolah ingin membunuh siapapun yang memakannya. Pisau yang tertancap di atas burger, mengesankan efek seram, ditambah dengan nama burger tersebut. Selain itu, arti kata murder sendiri berarti pembunuhan.
"Dulu yang buat adik saya memang suka musik hardcore. Namanya makanya terlihat seram. Tetapi, saat makan burger, rasa lapar pasti terbunuh," terangnya.
Menurut dia, Burger Murder dipastikan tidak mengecewakan siapapun yang membelinya. Hal itu dibuktikan dengan penjualan Burger Murder bisa mencapai 300 porsi per hari. Jumlah tersebut adalah total penjualan untuk tiga gerai, yakni di Jalan Maninjau Raya 159 Sawojajar, Jalan Sulawesi, dan Jalan Sumbersari Kota Malang.
“Awalnya memang di Jalan Sulawesi dulu dibuka untuk memenuhi keinginan teman-teman adik saya, yang suka musik. Lama-lama banyak kalangan, anak sekolah, hingga orang tua adalah pelanggan kami,” beber Vindy kepada Malang Post.
Vindy mengatakan, Burger Murder dijual dengan harga mulai dari Rp 11 ribu untuk burger daging. Sementara, burger daging telur dan burger daging keju dijual dengan bandrol Rp 13,5 ribu. Ada pula burger daging telur keju, burger double daging, hingga beef burger.
“Sebenarnya ada yang harganya Rp 9 ribu yakni untuk burger telur. Paling mahal, burger beef telur keju dengan harga Rp 20 ribu,” terang dia. (ley/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :