magista scarpe da calcio Dua Sorot Mata di Aula


Dua Sorot Mata di Aula

 
MALANG - Aroma bau wangi terhirup sangat menyengat saat tim penghuni lain Malang Post dan Nocturnal Division melakukan penelusuran di Kantor Kecamatan Sukun, Sabtu (2/11) malam lalu. Tepatnya di depan aula, bau wangi kemenyan itu sangat menusuk hidung, dan menjadi bukti eksistensi para penghuni lain di kompleks kantor ini.
“Mereka melihat kita,” kata Kartika Ari Sakti koordinator Nocturnal Division.
Saat tim mulai melakukan penelusuran di area belakang, Ki Rara sempat terlihat berkomunikasi dengan mahkluk astral yang menguni di kawasan ini. Namun demikian, kepalanya menggeleng saat Malang Post mencari tahu akan aktifitasnya itu.
“Ada yang tidak berkenan,” katanya, yang kemudian melanjutkan langkah untuk melakukan penelusuran.
Ki Rara yang didampingi oleh Rifki Nur Hidayat, Bagus Eka Novi Pratama, Anjas setyowanto Dwi Bimantara, dan Wulan ini menyebutkan jika di kawasan itu cukup banyak. Aktifitas para mahluk astral ini juga sama seperti manusia. Mereka berjalan-jalan dan bercengkrama dengan rekan-rekannya yang lain.
Suasana pun kian menyeramkan saat tim penguni lain melanjutkan penelusuran di aula. Bagaimana tidak, saat menuju aula, salah satu anggota tim menjerit  sembari beristighfar. Itu seiring dengan munculnya secara tiba-tiba sosok mahluk astral di kamar mandi. 
Bulu kuduk pun merinding begitu sampai di aula. Terlebih Ira Ravika, salah satu penghuni tim melihat sosok anak kecil yang sedang berlari. Sementara di sudut lain juga terlihat bayangan sedang duduk. 
”Ada yang sedang duduk, sosoknya wanita,’’ kata Ki Rara, yang kemudian langsung mendekati sosok itu.
Tapi demikian, menurut Ki Rara, wanita yang awalnya duduk itu menghilang, di kegelapan malam. Ya, kondisi ruangan yang gelap membuat pandangan tim sangat terbatas. 
Sementara Agung Priyo, koordinator tim juga demikian. Selain hawa yang sangat panas, dia juga melihat dua mata di bawah kursi di aula. Sorot mata itu terlihat sangat jelas menurut Agung. Dia pun memberitahukan kepada Wulan, yang malam itu juga ikut dalam penelusuran. 
Gadis yang cukup aktif mengikuti kegiatan tim ini pun terpekik, karena mata yang terlihat itu sangat jelas. ”Iya, itu sangat jelas,’’ kata Wulan.
Adanya dua mata itut juga dibenarkan oleh Guest Gesang yang saat itu juga ikut di dalam aula. ”Lho iku motone sopo?,’’ tanya Guest Gesang dengan nada sedikit berbisik. 
Tak lama kemudian, Agung pun bertindak. Dia langsung mendekati kursi, yang di bawahnya ada sorot mata. Tapi demikian, bak bermain petak umpet, mata itu kemudian menghilang. Dan ada lagi jika tim menjauh.
”Ruangan ini hawanya beda dengan yang lain. Di sini banyak sekali, mereka berkumpul di sini,’’ ungkap Ki Rara, yang selanjutnya mengajak anggota tim penghuni lain bersama penjaga malam kantor Kecamatan Sukun dan warga sekitar keluar dari aula.
”Mereka berusaha menekan kita, makanya di sana hawanya sangat panas,’’ tambah Ki Rara.(ira/lim)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top