magista scarpe da calcio Penampakan Kaki Genderuwo Tanpa Badan


Penampakan Kaki Genderuwo Tanpa Badan

 
MALANG - Aula Kecamatan Sukun menjadi tempat paling dieksplorasi tim Penghuni Lain Malang Post dan Noctural Division (ND), Sabtu (2/12) malam lalu. Bagaimana tidak, di aula yang berada di sudut belakang kantor layanan masyarakat inilah banyak sosok mahluk astral terlihat. Mulai dari sosok anak-anak, remaja, hingga orang dewasa termasuk orang tua. Bahkan, mahluk sejenis gondoruwo serta sosok pocong pun tampak dengan jelas di aula yang dikala senggang juga digunakan sebagai arena olahraga bulu tangkis ini.
Keberadaan mahluk lain sendiri sudah terasa berjalan dan masuk melalui pintu samping. Dimana sosok laki-laki terlihat berdiri di kamar mandi yang berada di samping aula.  “Ada laki-laki. Dia menghadap tembok,” kata pria yang akrab dipanggil Ki Rifki ini. Tapi demikian, saat Rifki masuk kamar mandi, mahluk astrak dengan pakaian serba hitam itu menghilang. “Mungkin dia malu,” tambahnya.
Tapi seiring dengan hilangnya bayangan mahluk halus tersebut, Ki Rifki mencium bau sangit. Dugaan kuatnya bau sangit ala ubi bakar gosong itu dihembuskan oleh sosok genderuwo. “Biasanya sih begitu. Tapi ini kok tidak ada ya,” katanya.
Tidak lama kemudian, tim pun masuk aula. Di sinilah sosok-sosok mahluk astral terlihat jelas. Mereka beraktifitas. Layaknya manusia, mereka berjalan-jalan ke sana kemari. Bahkan ada juga yang duduk diam di podium, yang ada di sudut ruangan aula.
Agung Priyo koordinator Penghuni Lain Malang Post pun langsung mendekati podium. Agung yang sedikit sensitif akan keberadaan mahluk halus ini mencoba untuk berkomunikasi. Tapi sayang, sosok laki-laki tersebut justru menghindar, kemudian menghilang. “Sepertinya dia yang di kamar mandi tadi. Tapi enggan untuk berkomunikasi,” ungkap Ki Rifky.
Dia yang penasaran pun kembali keluar, untuk melakukan pengecekan di area kamar mandi. Dan benar, Rifki dan Kartika Ari Sakti koordinator ND melihat sosok kaki panjang berbulu di area gudang. “Lha ini gendoruwonya. Tapi kok cuma kakinya saja. Badannya kemana ya,” kata Ki Rara, panggilan Kartika Ari Sakti. 
Tidak mau terjebak di gudang, penelusuran kembali dilakukan di area depan aula. Seiring dengan penelusuran di area depan, tiba-tiba  Bagus terkulai lemas. Tepat di depan pintu masuk aula, Bagus bersimpuh. Menurut Wulan, ada sosok mahluk astral memasuki Bagus. Tapi demikian, sosok itu bukan orang lain. Dia adalah Soleh, yang selalu datang jika tim Penghuni Malang Post dan ND melakukan penelusuran. 
Berbeda dengan kedatangannya sebelumnya. Soleh yang di perkirakan berusia 6 tahun ini justru menangis sejadi-jadinya. Tidak jelas apa yang menyebabkan Soleh menangis. Tapi menurut Wulan, tangisan itu karena Soleh merasakan sakit di sekujur badannya.
Melihat kondisi tersebut Anjas Setyowanto Dwi Bimantara tak tega. Pria inipun berusaha mengeluarkan sosok Soleh dari tubuh kakaknya. Dibantu oleh Ki Rifki dan Wulan, Soleh pun pergi. 
“Dia tadi nangis karena selendangnya saya ikat. Makanya dia kesakitan,” kata Bagus yang mengatakan, Soleh adalah mahluk halus yang kerap mengikutinya. Dan Soleh bukan sosok yang kejam, sebaliknya dia kerap bertingkah kocak, sehingga meskipun kerap ikut Bagus mengatakan, tak pernah terganggu dengan keberadaan mahluk astral cilik itu.(ira/lim)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top