magista scarpe da calcio Tiba-Tiba Muncul Si Buruk Rupa


Tiba-Tiba Muncul Si Buruk Rupa

 
MALANG - Kendati ketika penelusuran, tim penghuni lain menemukan banyak sosok menyeramkan, tapi demikian mereka tak memiliki sifat usil ataupun mengganggu kepada orang lain. Itu terbukti, dari keterangan Yanto, penjaga malam di kantor tersebut.
Menurut Yanto, sejak dia bekerja sebagai penjaga malam di Kantor Kecamatan Sukun tiga tahun lalu, tak pernah sekalipun ia melihat secara jelas mahluk astral. Kepada Malang Post dia hanya pernah mendengar suara-suara saja. Baik itu suara langkah maupun suara tangisan wanita.
”Kalau melihat langsung tidak pernah. Pernah itu sangat ekstrim tiba-tiba kran di aula lantai dua kantor tersebut hidup. Tapi hanya sekali saja, terus nggak pernah lagi,’’ kata Yanto.
Cerita yang sama juga dikatakan Ari Kusuma, penjaga malam lainnya di Kantor Kecamatan Sukun. Dia mengaku tak pernah diganggu mahluk halus. Kepada Malang Post Ari hanya mengaku sekali melihat bayangaan wanita berjalan.
”Waktu itu saya melihat televisi dan mainan HP, kemudian terlihat bayangan wanita berbaju putih, masuk ke lorong,’’ kata Ari.
Dia langsung mencari bayangan itu. Tapi demikian tak ada siapa-siapa di lorong.
”Merinding, tapi saya pikir ya sudahlah, mungkin mereka numpang lewat saja,’’ kata Ari. 
Dia menceritakan, sebelum menjadi kantor kecamatan, kawasan itu adalah persawahan. Dan di area tersebut tak pernah ada sesuatu. 
”Ya sawah biasa,’’ ungkap Ari. Kemudian tahun 1987 mulai dibangun, dan kantor kecamatan tersebut diresmikan tahun 1988.
Sementara Plt Camat Sukun I Ketut Widi E. Wirawan. S.Sos, MM yang malam itu ikut penelusuran mengaku tak pernah merasakan hal yang aneh selama bertugas.  Dia mengatakan semuanya aman-aman saja.
”Nggak pernah diganggu, teman-teman di sini juga tidak ada yang diganggu,’’ katanya.
Namun demikian, keterangan itu bertolak belakang dengan peristiwa di aula saat penelusuran digelar. Sosok pria dengan wajah buruk rupa tiba-tiba muncul dan memasuki tubuh Ki Rara. Kondisi wajahnya yang terluka parah membuat Ki Rifki yang berada di samping Ki Rara prihatin. Bahkan, Rifki sempat menitikkan air mata, lantaran tidak tega dengan kondisi wajah itu.
”Wajahmu kenapa rusak begitu?,’’ tanya Ki Rifki yang saat bertanya juga menggenggam tangan Ki Rara.
Kepada Ki Rifki, sosok tersebut mengatakan wajahnya hancur karena tergilas truk. Sosok buruk rupa ini enggan menyebutkan identitasnya. Tapi yang jelas, dia meninggal akibat kecelakaan, dan saat ini dia berusia 900 tahun. Selain itu si buruk rupa juga menyebutkan dia cukup lama di kawasan kecamatan Sukun. Dia senang di sana karena banyak temannya. 
”Di sini banyak, ada anak kecil, ada pocong, ada kuntilanak, banyak pokonya,’’ ungkapnya.
Kendati mengetahui kawasan itu, si buruk rupa ini tak mengetahui siapa pemimpin di kawasan tersebut.
”Nggak ada pemimpin di sini. Semuanya sama,’’ tandas sang sosok.
Dia pun kemudian keluar, setelah Ki Rifki menyudahi kegiatan mediasi. Sementara tak lama sosok itu keluar, Agung Priyo yang berada tidak jauh dari Ki Rifki mendadak jatuh dengan posisi sujud. Agung jatuh dengan posisi tangan menjabat tangan Ki Rara.
Cukup lama Agung tak bergerak. Hingga akhirnya dia terbangun dengan keringat mengucur deras. ”Panas di sini,’’ kata Agung. 
Transfer energi pun dilakukan Ki Rifki. Tidak sekadar mengeluarkan mahluk astral yang berusaha memasuki tubuh Agung juga memulihkan tenaga Agung. Senyum lega pun terlihat, begitu mahluk astral itu betul-betul pergi dan tak lagi mendekat.(ira/lim)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top