Amalan di Malam Nisfu Sya'ban


 
Sebagaimana biasanya pada malam Nisfu Sya'ban, banyak kita temui di beberapa masjid masyarakat Nusantara selepas salat Maghrib berjamaah, mereka bersama-sama membaca Alqur'an surat Yasin 3 kali, lalu berdoa dengan doa Nisfu Sya'ban dengan harapan agar hajatnya dikabulkan oleh Allah dan kebaikan dunia akhirat. Dan, pada tahun ini malam Nisfu Sya’ban 1439 Hijriyah pada Senin, 30 April 2018. 
Amalan seperti itu tidaklah diharamkan dalam agama, karena masuk dalam kategori bertawasshul dengan amal salih. Sebagaimana dijelaskan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani rahimahullah dalam kitabnya yg khusus membahas tentang bulan Sya'ban berjudul " Syahru Sya'ban Maadza Fiiha ", 
Beliau mengatakan: Membaca surah Yasin dengan niat meminta kebaikan dunia dan akhirat atau membaca Alquran seluruhnya sampai khatam semua itu tidak diharamkan juga tidak dilarang.
Ada sebagian kalangan yang menganggap bahwa amalan seperti itu adalah haram, dilarang. Mereka mengatakan: Orang-orang awam apa yang mereka lakukan mulai dari membaca surah Yasin 3 kali, satu kali agar niat panjang umur disertai kemampuan untuk taat.
Kedua kali dengan niat agar dijaga dari keburukan dan dilapangkan rezekinya, ketiga kali dengan niat agar hati menjadi tenang tentram dan husnul khatimah. Kemudian melakukan salat hajat disela sela doa.
Dikatakan bahwa semua itu adalah tidak ada dasarnya dan tidak sah salat kecuali dengan niat ikhlas kepada Allah bukan semata mata tujuan tertentu.
Maka aku menjawab: sesungguhnya tuduhan seperti ini dengan sendirinya bathil (tidak benar). Dugaan seperti ini akan menutupi karunia Allah dan rahmatnya.
Dan yang benar adalah amalan seperti ini tidaklah di larang sama sekali selamanya. Mulai dari membaca Alquran, wirid-wirid zikir, doa-doa untuk tujuan bersifat duniawiah atau permintaan setiap orang, hajat-hajat, dan cita-cita setelah mengikhlaskan niat kepada Allah pada semua itu.
Maka adapun syaratnya adalah Ikhlasnya niat melakukan karena Allah SWT. Dan niat ini memang dituntut di segala ibadah dan perbuatan mulai dari salat, zakat, haji, berjihad, berdoa, dan membaca Alquran. Maka sahnya amal harus dibarengi niat ikhlas kepada Allah SWT.
Akan tetapi tidak ada yang melarang seseorang menambahkan pada amalnya beserta niat ikhlas kepada Allah juga permintaan-permintaan atau hajat-hajatnya yang bersifat agama dan duniawiah, materi ataupun tidak materi, yang tampak ataupun yang bathin.
Dan siapa saja yang membaca surah Yasin atau lainnya dari surah-surah al quran lillah ta'aala mengharap keberkahan di dalam umurnya, keberkahan didalam hartanya, keberkahan didalam sehatnya, maka sesungguhnya semua itu tidak berdosa baginya melakukannya. Karena ia menempuh jalan kebaikan dengan syarat tidak meyakini amalan tersebut secara khusus disyariatkan. 
Maka ia membaca surah Yasin tiga 3 kali, 30 kali atau 300 kali, bahkan ia membaca Al-Quran sampai khatampun ikhlas karena Allah SWT. Serta mengharap hajatnya dikabulkan, keinginannya ditunaikan, kesusahannya dihilangkan, penyakitnya disembuhkan dan hutang-hutangnya dilunaskan.
Maka apa semua itu pantas dianggap berdosa sedangkan Allah menyukai hamba yang meminta-minta kepadanya segala sesuatu? Maka ia hadapkan kepada Allah dengan bacaan surah Yasin atau sholawat kepada nabi SAW. Tidaklah itu melainkan hanya sebagai perantara dalam bertawassul dengan Amal amal saleh.
Dan tiada seorangpun dari umat Islam yang mengkhilafkan tawassul dengan amal saleh. Maka siapa saja yang ia berpuasa, salat atau membaca Alqur’an dan bershodaqoh maka sesungguhnya ia bertawasshul dengan salatnya, puasanya, bacaanya dan sedekahnya. Bahkan ia lebih diharapkan dikabulakan.
Sebagaimana dalam hadits Sahih, hadits yang menceritakan tiga orang yang terjebak didalam Gua. Lalu satu orang bertawashul dengan perbuatan baiknya dengan orang tua, yang kedua bertwashul dengan menjauhi perbuatan buruk, dan yang ketiga bertwashul dengan amanahnya dengan menjaga harta orang lain dan menunaikannya dengan sempurna. Kemudian Allah mengabulkan doa mereka sehingga mereka terbeaskan dari gua tersebut. Inilah satu macam dari Tawassul yang mana oleh ibnu Taimiyah dijelaskan secara rinci dalam kitabnya " Qaa'idah jaliilah fit tawassul wal wasiilah ".
Dengan ini jelas sudah amalan Nisfu Sya'ban termasuk amalan yang dibolehkan bahkan dianjurkan dalam agama, bertawassul dengan amal-amal saleh. Inilah keyakinan kita, manhaj Ahlussunah wal jamaah. Semoga manfaat, Wallahu a'lam bishowwab. (nuo/udi)

Berita Lainnya :