Antrian Haji per April 2018 Mecapai 3,7 Juta

 
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) RI menyebut daftar tunggu calon jamaah haji mencapai 3,7 juta per April 2018. "Daftar waiting list (daftar tunggu) data per April 2018, sejumlah 3.700.000 calon jamaah haji," kata Direktur Bina Haji Kemenag RI Khoirizi H. Dasir saat pembukaan Muzakarah Perhajian Indonesia di Jakarta, Rabu (2/5) malam.
Menurut dia, hal itu membuktikan animo masyarakat melaksanakan ibadah haji semakin tinggi. Pun hal itu tak lepas dari kesadaran beragama dan kemampuan ekonomi semakin positif.
Kendati demikian, ia mengatakan, bukan rahasia umum apabila animo masyarakat itu terkendala keterbatasan kuota. Pemerintah Arab Saudi merujuk pada hasil konferensi tingkat tinggi Organisasi Negara-negara Islam (OKI) dalam menentukan kuota, yakni 1 per mil penduduk Muslim.
Dengan demikian, Khoirizi mengatakan, calon jamaah haji Indonesia mengalami masa tunggu antara 11 sampai 30 tahun. Ia mengatakan, dalam Pasal 16 ayat (1) draf perubahan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 14 Tahun 2012 tertulis, jamaah haji yang telah ditetapkan sebagai jamaah yang berhak melunasi dan/atau jamaah haji yang telah melunasi BPIH pada tahun berjalan meninggal dunia sebelum keberangkatan, Nomor Porsi jamaah Hhaji yang bersangkutan dapat dilimpahkan kepada anak kandung, suami, istri, atau menantu. Masih dalam regulasi yang sama, ayat (2) menerangkan, dalam ayat (2) pelimpahan nomor porsi sebagaimana di maksud pada ayat (1) hanya diberikan 1 (satu) kali kesempatan.
Khoirizi mengatakan berdasarkan pemikiran tersebut, Direktorat Bina Haji memandang perlu mengadakan Mudzakarah Perhajian Indonesia. Kegiatan itu bertujuan memperoleh masukan dari berbagai sumber dan pendapatan ihwal status dan mekanisme pelimpahan nomor porsi, melakukan analisasi hukum dan mekanisme dalam perspektif perundangan-undangan positif, tinjauan status anggota keluarga yang menerima pelimpahan nomor porsi dari perspektif budaya masyarakat, serta menyimpulkan hasil kesepakatan.
Sementara itu, masa pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk jamaah haji reguler tahap I berakhir Jumat (4/5) hari ini. Sampai dengan penutupan pelunasan, Kamis (3/5), pada jam 15.00 WIB, sebanyak 187.530 jamaah telah melakukan pelunasan.
"Sampai sehari menjelang ditutupnya masa pelunasan BPIH Reguler tahap pertama, sudah ada 187.530 atau 92,61 persen calon jamaah haji yang melakukan pelunasan. Angka ini diharapkan akan terus bertambah sampai dengan tahap akhir pelunasan tahap pertama Jumat besok," ujar Kasubdit Pendaftaran Haji Noer Aliya Fitra (Nafit) di Jakarta, Kamis (3/5). "Masih ada 16.470 kuota yang belum terlunasi, terdiri dari 14.983 kuota haji reguler dan 1.487 Tim Petugas Haji Daerah (TPHD)," ujarnya. 
Keputusan Menteri Agama (KMA) No 109 Tahun 2018 tentang Kuota Haji Tahun 1439H/2018M mengatur bahwa kuota haji Indonesia berjumlah 221 ribu yang terdiri dari kuota haji reguler (204 ribu) dan kuota haji khusus (17 ribu). Kuota haji reguler terbagi menjadi dua, yaitu: 202.513 untuk jamaah haji dan 1.487 untuk petugas haji daerah. "Sampai hari ini, belum ada TPHD yang melakukan pelunasan," tutur Nafit. 
Pelunasan BPIH Reguler dilakukan pada setiap hari kerja dengan waktu pembayaran untuk Indonesia Bagian Barat pukul 08.00 - 15.00 WIB, Indonesia Bagian Tengah pukul 09.00 - 16.00 WITA, dan Indonesia Bagian Timur pukul 10.00 - 17.00 WIT.
Jamaah diimbau untuk memanfaatkan sisa waktu pelunasan tahap 1 karena jika habis waktu pelunasannya, alokasinya sudah bukan lagi diberikan kepada mereka. Pelunasan tahap dua akan digunakan untuk jamaah gagal sistem, sudah haji, penggabungan mahram, dan lansia yang memenuhi syarat. 
“Jika sampai berakhirnya pelunasan tahap pertama masih ada sisa kuota, maka akan dibuka pelunasan tahap kedua. Pelunasan tahap kedua dibuka dari 16 – 25 Mei 2018,” ujar Nafit. (rep/det/udi)

Berita Lainnya :