Cintai Islam Dengan Hati


 
MENANAMKAN nilai-nilai agama kepada anak-anak sejak dini dengan melakukan kegiatan yang lebih kreatif yang dilakukan FKPQ tersebut juga didukung oleh salah satu tokoh agama Islam Kota Malang, H Achmad Shampton,SHI.
Pria yang akrab disapa Gus Shampton ini menegaskan, sudah saatnya masyarakat mengajarkan hal yang substansial kepada generasi penerus agar memiliki pola pikir agama yang baik. Terlebih kaum muda-mudi yang saat ini menimba ilmu agama di pondok pesantren. 
“Cara santri mengajarkan nilai agama Islam dulu itu sederhana. Karena mereka akan mengikuti apa yang dilakukan kiai-nya. Maka sangat penting untuk memberikan contoh beragama yang baik pada anak-anak,” jelas Gus Shampton. 
Cara mengajar yang baik di pondok-pondok pesantren yang dimaksud malah bukanlah mengenai teori atau hanya berdasarkan tafsir ayat saja. Akan tetapi lebih mencontohkan hal nyata dalam bersikap sehingga nilai ke-Islaman terpancar. 
Seperti cara bagaimana menerima tamu, cara berbicara kepada orang, cara memberi salam, cara memberi pada orang yang meminta-minta dan lainnya. Hal-hal tersebut berujung pada akhlak yang baik. Sehingga secara sendirinya orang yang melihat akan tahu jika seseorang yang melakukan hal dengan akhlak baik adalah seorang muslim. Inilah hal substansial yang harus ditanamkan pada generasi Islam penerus. 
Kepala Seksi PD Pondok Pesantren (Pontren) Kementrian Agama (Kemenag) Kota Malang ini juga menjelaskan jika inti dari belajar agama Islam, khususnya bagi santri-santri adalah kembali pada substansi ajaran Agama Islam sendiri.
“Untuk saling menghargai perbedaan, memberikan kontribusi positif bagi lingkungannya, ramah dan memperlakukan semua orang sama baiknya,” pungkas Khodim Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda Mergosono Malang ini. (ica/udi)