Hukum Menepuk Bahu untuk Ikut Salat Berjamaah

 
TANYA: Bagaimana hukumnya jika seorang imam sedang salat maka datanglah si makmum untuk salat berjamaah. Karena makmum tidak mengetahui apakah imam tersebut melakukan salat sunnah atau fardhukah? 
Hal tersebut ada cara mengetahuinya, menurut guru agama di sekolah, caranya dengan menepukkan pundak perlahan-lahan pada si imam. Jika imam salat sunnah, maka ia akan menurunkan tangan kanannya perlahan-lahan. Dan jika ia salat fardhu, imam tersebut tidak akan memberikan tanda-tanda apa-apa pada si makmum. Apakah cara tersebut ada dalam agama Islam?  
 
JAWAB: Masalah menepuk pundak memang banyak diperkatakan orang, dalam isyarat makmum untuk mengikuti imam yang tidak diketahui apakah dia salat sunnah atau salat fardhu. Akan tetapi ibarat (ta’bir) yang sharih belum kunjung saya jumpai dalam kitab-kitab agama.
Walaupun makruh hukum mengikuti orang yang salat fardhu kepada imam yang salat sunnah, tetapi sah jamaah, jika sesuai nazham salat keduanya. 
Dalam Kitab Taudhihul Adillah jilid kedua pada halaman 189-190, telah dijelaskan hukum salat berjamaah yang seperti ini. Ilmu itu memang luas sekali, terutama ilmu fiqih yang menjelaskan hukum dari segala sesuatu kejadian dan peristiwa, karena waqi‘ah selama hidup dan berkembang kehidupan umat manusia, tidaklah akan habis-habisnya. Rasanya tidak kurang dari 40 tahun mulazamah dengan kitab-kitab fiqih, tetapi belum pernah menjumpai masalah menepuk pundak.
Bahkan menurut zhahirnya, orang yang akan mengikut imam itu belum masuk ke dalam salat, maka jika ditepuknya bahu imam yang sudah masuk dalam salat, yang mungkin akan men-tasywis-kannya (merusak konsentrasinya). Jika banyak tasywis-nya tentulah haram, jika sedikit sekurang-kurangnya adalah makruh. (nuo/udi)

Berita Lainnya :